Foto: Salah satu stand Pengusaha Rokok di Madura Culture Festival 2025
Foto: Salah satu stand Pengusaha Rokok di Madura Culture Festival 2025
MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Madura Culture Festival (MCF) 3 Tahun 2025.
Namun, di balik kemeriahan acara budaya tersebut, muncul dugaan pungutan terhadap sejumlah pengusaha rokok.
Seorang pengurus Paguyuban Pengusaha Rokok mengungkapkan, panitia sempat meminta sumbangan Rp3 juta per pabrik rokok (PR).
Dengan anggota paguyuban sekitar 70 PR, totalnya bisa mencapai Rp210 juta.
“Awalnya panitia minta Rp3 juta per PR, tapi kami bilang tidak mampu,” kata salah satu anggota paguyuban yang enggan disebutkan namanya, Kamis (4/9/2025).
Menurutnya, hingga kini dana yang sudah ditransfer kepada salah satu panitia bernama Sugeng mencapai Rp40 juta.
Ia juga menyebut adanya janji panitia yang tidak sesuai fakta.
“Katanya mau sewa tenda dari Surabaya, tapi ternyata tenda yang dipakai milik BPRS Bhakti Sumekar,” ujarnya heran.
Menanggapi tudingan itu, Sugeng selaku panitia MCF membantah adanya pungutan Rp3 juta per PR.
Ia menegaskan biaya sewa stand untuk pengusaha rokok sama dengan instansi pemerintah (OPD), yakni Rp1,5 juta per unit.
“Tarif sewa stand di MCF rata Rp1,5 juta, sama dengan stand OPD. Tidak ada perbedaan. Kalau ada yang menyebut Rp3 juta, itu tidak benar,” tegas Sugeng.
Ia menambahkan, biaya artis dan panggung justru ditanggung paguyuban, bukan panitia.
“Kalau artis lokal Rp15 juta, kalau Irwan bisa Rp25 juta. Panitia hanya mengundang, pembayarannya ditanggung paguyuban,” jelasnya.
Berdasarkan data, anggaran resmi Pemkab Sumenep untuk MCF 2025 melalui Disparbudporapar mencapai Rp310 juta.
Dana itu dibagi untuk enam agenda, termasuk Madura Nights Vaganza, Batik Festival, Festival Tembakau, hingga Sweet Model.
Selain dana APBD, panitia juga menghimpun sewa tenda. Jika dirata-rata Rp1,5 juta untuk 146 tenda, terkumpul Rp219 juta.
Ditambah dugaan iuran dari pengusaha rokok Rp210 juta, total dana sementara mencapai Rp739 juta.
Jumlah itu belum termasuk sokongan sponsor seperti SKK Migas dan RSUD.
Pertanyaan pun menyeruak: benarkah dana mendekati Rp1 miliar itu sepenuhnya terserap untuk gelaran MCF? Ataukah ada aliran dana misterius yang mengalir ke pihak tertentu? Dugaan terus berkembang seiring ramainya sorotan publik.
Penulis : Alvian
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak