Perahu Nelayan PN. Sinar Lena Diduga Ditabrak Kapal Misterius di Perairan Pantura Sumenep

Foto: Tim SAR saat melakukan penyelamatan dan pencarian korban hilang
1844
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep- Pada hari Rabu, 26 Juni 2024, sekitar pukul 03.30 WIB, perahu nelayan PN. Sinar Lena milik Mahri (35) dari Dusun Raas, Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, mengalami kecelakaan laut.

Perahu tersebut diduga ditabrak oleh kapal yang tidak diketahui identitasnya di perairan pantai utara Madura, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, sekitar 4,96 mil laut dari pantai Lombang. Dugaan lokasi kecelakaan berada pada koordinat berikut:

- Lat Long: -6.82647235, 114.06222213 - DMS: 6° 49' 35.3'' S, 114° 3' 44.0'' E - URL: [Google Maps](https://www.google.com/maps/place/-6.826472351586149,114.06222213059664).

Kronologi Kejadian:

1. **Selasa, 25 Juni 2024, Pukul 22.00 WIB:**

Mahri beserta empat awak kapal (ABK) berangkat mencari ikan menuju perairan utara Desa Legung, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep.

2. **Rabu, 26 Juni 2024, Pukul 03.30 WIB:** Saat mencari ikan dan menabur jaring, perahu PN.

Sinar Lena ditabrak dari arah belakang oleh kapal penumpang berwarna kuning putih yang datang dari arah barat. Akibatnya, perahu tenggelam dan seluruh ABK terjatuh ke laut.

3. **Penyelamatan:** Dua dari lima ABK berhasil selamat dengan berenang dan bantuan nelayan lainnya, sementara tiga ABK masih belum ditemukan.

Korban:

- **Belum Ditemukan:** 1. Amsun (49), Dusun Peape, Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep 2. Saili (33), Kecamatan Masalembu, domisili Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep 3. Sakben (50), Dusun Raas Barat, Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep

Selamat:

1. Mahri (35), Dusun Raas, Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep 2. Madripak (57), Dusun Raas, Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep

Kerugian Materil:

- Satu unit perahu nelayan PN. Sinar Lena dengan ukuran 10x2,6x1,5 meter milik Mahri - 25 set jaring ikan (selamat) - Total kerugian diperkirakan sekitar Rp. 35.000.000

Tindakan Kepolisian Perairan:

1. Mendatangi dan melakukan olah TKP. 2. Mengaktifkan tim SAR gabungan Satpolairud Polres Sumenep dan masyarakat nelayan pantura. 3. Memberikan pertolongan SAR, evakuasi, dan penyelamatan terhadap korban selamat serta pemeriksaan kesehatan. 4. Melaporkan kejadian kepada pimpinan untuk langkah kebijakan lebih lanjut. 5. Menangani kasus secara profesional dan prosedural sesuai peraturan perundang-undangan.

Penelusuran Lanjut Tim SAR Hingga sekitar pukul 14.00 WIB, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian tiga ABK yang belum ditemukan, dengan bantuan satu perahu nelayan. Dua korban selamat telah dibawa pulang menuju Desa Banraas, Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek.

Penulis     :   Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan sebanyak 246 desa akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dalam upaya memperkuat sinergi antara tata kelola energi nasional dan kebijakan fiskal di daerah, SKK Migas Perwakilan...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Kabupaten Sumenep berlangsung semarak dengan digelarnya Pawai Lampion,...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Usaha pengolahan kayu CV Surya Agro Mandiri yang beralamat di Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten...

Komentar