Mega Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Dikerjakan

Musyawarah Bentuk Ganti Kerugian Lahan Warga Kelurahan Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan, Di Gedung PGRI, Kamis (17/5/2018).
1647
ad

MEMOonline.co.id, Bekasi - Tambun Selatan - Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mulai dikerjakan. Sebab pembebasan lahan enam titik prioritas di Kabupaten Bekasi, mendekati rampung.

“Sesuai dengan target kami bahwa diakhir April sampai awal Mei, pembebasan lahan di titik prioritas sudah dapat dikatakan rampung. Setelah itu pengerjaan fisiknya sudah dapat dilakukan dan memang sudah dilakukan,” kata Direktur PT. Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), Muhammad Nasir, saat ditemui usai menghadiri musyawarah ganti-rugi lahan warga Kelurahan Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan, di Gedung PGRI, Kamis (17/5/2018).

Dari 15 desa di Kabupaten Bekasi yang dilewati kereta cepat, 6 desa di antaranya termasuk dalam titik prioritas. Keenam desa tersebut yakni Desa Lambangjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Desa Gandasari, Kecamatan Cibitung, Desa Danau Indah, Kecamatan Cikarang Barat.
Kemudian Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Desa Cibatu dan Pasirranji Kecamatan Cikarang Pusat. Dengan total lahan yang dibebaskan mencapai 100 bidang.

Menurut Nasir, keenam titik tersebut dinyatakan prioritas karena di titik tersebut bakal dibangun pondasi kontruksi yang memerlukan waktu lebih lama dari lokasi lainnya.

“Makanya didahulukan, karena harus dikerjakan lebih awal dan memang sudah mulai dikerjakan,” ucapnya.

Dengan dibebaskannya keenam titik prioritas tersebut, lanjut Nasir, pembebasan lahan kereta cepat di Kabupaten Bekasi sudah mencapai 20 persen.

“Kami nyatakan itu karena memang ganti ruginya telah dibayarkan. Dari 571 bidang, 100 bidang di antaranya sudah dibebaskan. Sedangkan sisanya masih dalam proses,”tambahnya.

Lebih lanjut diungkapkan Nasir, saat ini pihaknya bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, sedang melakukan proses pembebasan lahan lainnya. Secara keseluruhan, pembebasan lahan telah mencapai tahap musyawarah.

“Sekarang sedang dalam tahap musyawarah dengan warga yang memiliki lahan ditempat lainnya. Target kami, seluruh musyawarah selesai sebelum lebaran. Masyarakat sudah menyepakati nilainya dan nanti setelah lebaran dapat dibayarkan,” jelasnya.

Nasir menambahkan, anggaran untuk pembebasan lahan telah tersedia, hanya saja pembayarannya menunggu proses selesai.

“Kalau memang masyarakat sudah sepakat dan mau dibayar sekarang, dapat langsung kami bayarkan. Namun dikhawatirkan jika  pembayaran dilakukan sebelum lebaran, uangnya malah habis untuk lebaran dan untuk beli rumah lagi susah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, PSBI merupakan konsorsium dari beberapa BUMN yang ditugaskan untuk membebaskan lahan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Bam/Diens).

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar