Sukses Hantarkan Produk Bawang Goreng Lokal Varietas 'Rubaru' ke Pasar Internasional, Kepala DKPP Sumenep: Jaga Sinergitas

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Kepala DKPP saal melepas ekspor perdana bawang goreng ke Belanda
1887
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep- Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Arif Firmanto, meminta petani bawang merah yang ada di Kecamatan Rubaru, terus menjaga sinergitas dengan semua pihak.

Hal itu diungkapkan orang nomor dilingkungan dinas pertanian, setelah dirinya sukses menghantarkan olahan bawang goreng varietas lokal Rubaru, ke pasar internasional.

Menurutnya, hasil panen bawang merah varietas lokal Rubaru saat ini, dapat menghadirkan solusi atas problem perekonomian yang dialami para petani.

“Hasil panen bawang merah varietas Rubaru saat ini, mampu menjadi solusi bagi para petani. Karena hasil panen petani diolah dan diekspor ke Belanda," kata Arif, Kamis (23/11/2023).

Oleh karenanya, orang nomor satu di lingkungan DKPP Sumenep ini meminta para petani meningkatkan sinergitas dengan penyuluh dan fasilitator desa (Fasdes).

“Tanpa sinergitas yang erat dari pihak-pihak terkait, maka keberhasilan program UPLAND Project yang diimpikan tidak akan pernah terwujud,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melakukan pelepasan ekspor Bawang Merah Goreng produk Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT. Pertama Indah Rubaru ke Belanda, Rabu (01/11/2023).

Pelepasan bersama Bupati, Sekda, Kepala DKPP di halaman Kantor Bupati ini di awali dengan pengecekan barang, lalu potong bunga melati di depan mobil pengangkut barang. Selanjutnya prosesi siram dan pecah kendi oleh Bupati Sumenep.

Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto mengatakan Pemkab telah menjalin MoU dengan Ben Helen Trading dengan jangka waktu 5 tahun (2023-2028). Untuk itu pihaknya berharap petani dan pengelola produk harus menjaga kualitas produk.

"Harapannya mampu menjaga kualitas produk dari kurasi yang dihasilkan BUMP, sebab pada bulan Agustus lalu sudah dilakukan tes market dan hasilnya banyak diminati," ujarnya.

Demi menjaga kepercayaan Ben Helen Trading selaku pengusaha di Belanda, pihaknya melalui DKPP membantu memantau kualitas serta menjaga ketersediaan produk.

Sementara dari hasil tes market yang dilakukan, didapati permintaan dengan kemasan berbentuk 100gr sebanyak 2.300pcs dan 500gr sebanyak 1.001pcs. Total penjualan senilai USD 400.000 selama 5tahun.

Arif menambahkan, pihaknya yakin Bawang Goreng Sumenep mampu menarik minat masyarakat Belanda. Sebab olahan bawang merah dari petani lokal menyajikan ciri khas yang berbeda.

"Meski memiliki karakter yang hampir sama dengan beberapa petani di Madura tetapi bawang merah dari petani Rubaru ini memiliki aroma khas tersendiri," ungkapnya.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep memperpanjang masa penahanan Kepala Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Imrah, selama...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan penangkapan seorang warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terkait kasus narkoba menjadi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Seorang pria berinisial I, warga Dusun Blumbang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id. Jember- Sebuah video kecelakaan antara kereta api dan sepeda motor di Kabupaten Jember viral di grup WhatsApp, Rabu (13/5/2026)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengintensifkan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar...

Komentar