Permudah Pasien Lakukan Pengobatan, RSUD dr. H. Muhammad Anwar Sumenep Segera Buka Aplikasi Free Booking Poli Onkologi

Foto: Arman Endika Putra, Humas RSUD dr. H. Muhammad Anwar Sumenep
2101
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Muhammad Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan segera meluncurkan aplikasi free booking untuk poli onkologi dalam rangka mempermudah pasien melakukan pengobatan.

Hal itu dilakukan melihat tingginya pengunjung atau pasien kanker yang tidak hanya datang dari daerah Sumenep sendiri, melainkan lebih banyak dari luar daerah di Madura, sehingga dipandang perlu adanya kemudahan ketersediaan akses bagi masyarakat yang membutuhkan.

Demikian itu disampaikan Direktur RSUD dr H Muhammad Anwar Sumenep, Dokter Erlyati, M.Kes melalui Humas nya, Arman Endika Putra, saat ditemui di ruang kerjanya. Ia mengatakan, free booking tersebut dimaksud sebagai salah satu support bagi para pasien yang hendak berobat.

"Pengunjung poli onkologi kita di RSUD Muhammad Anwar ini memang banyak datang dari luar Kabupaten yang ada di Madura, seperti Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang. Tentu ini lah salah satu nya menjadi pertimbangan kita, sebab kan kasihan, nanti mereka wira-wiri untuk daftar terlebih dahulu, maka ketika ada aplikasi free booking ini akan mempermudah," kata Arman Endika Putra, Jumat (25/8/2023).

Selain mempermudah pasien yang akan berkunjung ke poli onkologi lanjut Arman, pihaknya juga bisa mengatur waktu dan jumlah kunjungan pasien secara efisien, sehingga tidak menambah daftar antri yang cukup panjang.

"Jadi nanti dengan aplikasi ini, para pasien yang sudah melakukan booking satu hari sebelum jadwal nya untuk berobat atau pun konsultasi dengan dokter onkologi akan ada pemberitahuan atau peringatan bahwa jadwalnya hari apa dan jam berapa, sehingga mereka (pasien) tidak lagi menunggu terlalu lama," ungkap pria yang supel ini.

Arman panggilan akrab Humas RSUD dr H Muhammad Anwar itu menjelaskan, aplikasi free booking poli onkologi merupakan Support untuk mempermudah masyarakat, namun demikian, jika ternyata ada pasien yang benar-benar harus ditangani terlebih dahulu, tentu pendaftar di aplikasi sebelumnya akan diabaikan.

"Kita tetap mengedepankan Hak Asasi Mabusia (HAM) jika seandianya ternyata ada pasien yang mendaftar di bawah yang lainnya, tapi dia (pasien, red) yang harus segera ditangani, maka otomatis kita dahulukan. Ini tentu demi kemanusiaan," pungkasnya.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengintensifkan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Kota Probolinggo kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan ekonomi dan pengentasan kesenjangan sosial....

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan berbasis Unit Kompetensi Kejuruan Processing...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Warga Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dibuat resah dengan beredarnya informasi terkait dugaan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat langkah perlindungan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur keamanan...

Komentar