Warga Terdampak Galian C Ilegal di Sumenep Mulai Mengeluh Kehabisan Biaya Perbaikan Rumahnya yang Mau Roboh

Foto: Salah satu rumah warga terdampak galia c ilegal ditopang pakai bambu
1940
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep - Warga di Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai mengeluhkan besarnya biaya perbaikan rumahnya, yang diduga dampak galian C ilegal, yang beroperasi di sekitar rumahnya.

Tidak tanggung - tanggung, biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikan rumahnua akibat tambang galian c ilegal itu, sebesar Rp 70 juta.

Sebab, Warga terdampak galian c ilegal di Desa Kasengan, harus melakukan perbaikan bangunan rumahnya lebih dari tiga kali dalam satu tahun.

"Ini sudah berapa kali saya perbaiki, kalau dihitung mungkin sudah tiga kali dalam setahun," kata Goni, salah satu Desa Kasengan, Kecamatan Manding, saat dikonfirmasi sejumlah media, Selasa (30/05/2023).

Bahkan saat ini dirinya mengaku sudah kehabisan biaya dan tidak mampu untuk melakukan perbaikan rumahnya. Sehingga, dengan sangat terpaksa hanya menggunakan batang bambu untuk menopang bangunan rumah, agar tidak ambruk.

Untuk itu, dirinya meminta kepada penggarap Galian C Ilegal dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, melalui dinas terkait, agar mampu hadir, guna bertanggungjawab membantu biaya renovasi sejumlah rumah yang terdampak galian C ilegal.

Lebih lanjut, dia juga mendesak agar Pemkab Sumenep dapat menjembatani penertiban galian C ilegal di wilayahnya, agar tidak semakin berdampak buruk pada lingkungan.

"Jadi saya mohon, penggarap dan pemerintah yang bersangkutan, bantulah kami," lanjutnya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh warga setempat Syaifuddin. Dirinya mengatakan, terdapat setidaknya sepuluh rumah yang hampir roboh, diduga akibat dampak Galian C Ilegal.

Bahkan menurutnya, sebagian besar dari bangunan tersebut sudah tidak dihuni. Karena khawatir seketika roboh dan menimpa anggota keluarga.

"Khawatir jelas, kalau sudah begini keadaannya bagaimana," katanya.

Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Sumenep Ernawan Utomo, saat dikonfirmasi media melalui media telpon, mengatakan belum bisa memberikan keterangan, karena sedang berada di luar kantor.

"Saya masih di luar," jawabnya singkat.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Upaya mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat terus dilakukan di Desa Pagerungan Besar,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Praktik pungutan yang diduga terselubung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jalan Kalimas, Lumajang, kini kian menjadi...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Kabar duka menyelimuti skena underground punk Kota Batu. Rockim, vokalis utama band punk rock BRAIN WASH “Theraphy...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari...

Komentar