Manager Umar Wachdin: Dinamika Sepakbola Kita Hari Ini Seperti Kehilangan Induknya

Foto: Umar Wachdin Manager Madura United FC
2185
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Laskar Sape Kerrab sudah bisa dikatakan mulai cuci gudang sebagai langkah persiapannya menyambut liga 1 musim 2023-2024 mendatang.

Perlu diketahui bahwa Madura United FC telah memastikan sebanyak 13 (tiga belas) pemain menjadi bagian dari timnya, yakni Fachruddin Aryanto, Slamet Nurcahyono, Guntur Ariyadi, Lee Yoo-joon, Malik Risaldi, Ricky Ariansyah, Beto, Satria Tama, Fawaid Ansory dan Karisma serta trio Brasil untuk pemain asing non Asia, yaitu Cleberson, Hugo Gomez dan Lulinha.

Sementara ada 11 (sebelas) pemain dipastikan mengakhiri kerjasama, yaitu Abanda Rahman, Esteban Viscara, Fadilah Nur Rahman, Hasyim Kipuw, Kadek Raditya, Oktavio Dutra, Reva Adi Utama, serta satu pemain asing Asia, Kwabena Appiah.

"Sedangkan terkait pelatih yang baru, kami ada beberapa pertimbangan yang menjadi pokok utama, yaitu pengalamannya yang lama menghabiskan waktunya bersama tim muda di Brasil," ungkap Umar Wachdin Manager Madura United FC, Jum'at (12/5/2023).

"Artinya, harapan kami, selain menangani tim utama, tentunya pelatih ini juga membantu kami mengembangkan akademi (MUFA)," jelasnya.

Terkait istilah cuci gudang, Umar Wachdin pun menyampaikan bahwa istilah itu dirasakannya masih kurang tepat.

"Cuci gudang kan ini penggunaan istilah yang menurut saya tidak pas juga. Kenapa? Kami selalu memperlakukan pemain seperti layaknya keluarga," katanya.

Terlepas dari hubungan profesional diantara kami, lanjut Umar Wachdin, mereka layaknya sebuah keluarga.

"Dan tentunya, alasan apapun, baik itu stay ataupun out, itu murni profesional. Artinya, karena kami keluarga, kami memprosesnya dengan baik dan pemain juga paham konsekuensinya," terang Umar.

"Terkait dengan masih adanya beberapa posisi yang masih terlengkapi, Oke. Saya kemarin sempat berdiskusi dengan rekan-rekan bahwa memang dinamika hari ini adalah sepakbola kita itu seperti kehilangan induknya," tuturnya.

"Teman-teman di federasi itu sepertinya enggan untuk berkomunikasi dengan kami, terutama sekali terkait dengan regulasi dan jadwal," tambahnya.

"Kami di klub hanya butuh kepastian jadwal. Artinya kapan berawalnya, kapan berakhirnya, serta regulasi pemain, karena itu berhubungan dengan dengan strategi transfer kita," tegas Umar Wachdin.

"Kami gak bisa bayangkan jika kami kontrak 1 pemain, namun pada kenyataannya regulasi pemainnya ternyata tidak sesuai dengan harapan, kami harus diapakan pemain itu?" tanya Umar Wachdin.

"Oleh karena itu kami berharap, tapi kita sudah siapkan semuanya. Cuma memang untuk kita umumkan, untuk kita finalisasi, kita lagi nunggu edaran resmi terkait regulasi dari PSSI," pungkasnya.

Penulis    : Bambang

Editor      : Udiens

Publisher : Syafika Auliya

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pelaksanaan Rubaru Agro Wisata Fest 2026 yang berlangsung di Lapangan Banasare, Kecamatan Rubaru, menjadi sorotan publik....

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat transformasi pelayanan publik melalui berbagai program inovasi yang digagas...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan sebanyak 246 desa akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dalam upaya memperkuat sinergi antara tata kelola energi nasional dan kebijakan fiskal di daerah, SKK Migas Perwakilan...

Komentar