Menunggu Sanksi Tegas Kadisdik Kabupaten Bekasi Terhadap SMPN 1 Tambun Selatan

Foto: Sertijab Kadisdik, Kepala Sekolah dan Humas SMPN 1 Tamsel
2695
ad

MEMOonline.co.id, Bekasi - Surat Edaran Kadisdik No 800/2479/Disdik/2019 tentang larangan jual seragam dan pungutan di sekolah (SD-SMP) Negeri Kabupaten Bekasi sepertinya sudah tidak dipatuhi seiring adanya pergantian pucuk pimpinan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

Informasi yang disampaikan oleh narasumber (Narsum) kepada RJN Bekasi Raya bahwa SMPN 1 Tambun Selatan telah mengadakan kegiatan Study Tour atau Outing Clas siswa Kelas 9 ke Jogjakarta dengan biaya Rp. 1,5 jt / siswa yang berangkat dari sekolah pada Jum'at (17/3) dan kembali pada hari Minggu (19/3).

Saat dikonfirmasi, Giyatno selaku Humas SMPN 1 Tambun Selatan pada (23/3) via Video Call telah membenarkan dan mengakui tentang adanya kegiatan tersebut, namun beralasan bahwa kegiatan itu dilaksanakan berdasarkan hasil rapat dan kemauan Komite Sekolah dan Orang Tua Siswa.

"Semua sudah sesuai SOP. Ada notulen rapat komite dengan orang tua siswa. Jadi panitianya juga orang tua siswa bukan sekolah," jelas Giyatno.

Namun disisi lain, pandangan berbeda didapat ketika RJN Bekasi Raya mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Imam Faturochman selaku Kadisdik Kabupaten Bekasi diruang kerjanya pada Senin (27/3/2023).

"Terkait Study Tour SMPN 1 Tamsel sudah saya instruksikankan Kabid SMP memanggil Kepseknya untuk klarifikasi," tegas Imam.

Terpisah, Hisar selaku Ketua RJN Bekasi Raya saat diminta tanggapannya oleh awak media mengatakan bahwa Study Tour (Outing Class) ke luar kota itu memang dilarang dikarenakan disamping menimbulkan kecemburuan juga berdampak terhadap kesenjangan ekonomi, dimana hanya anak dari orang tua mampu saja yang bisa mengikuti.
"Sedangkan yang tidak mampu mana mungkin bisa ikut," ujar Hisar.

Masih menurut Hisar, bahwa jawaban yang disampaikan oleh Giyatno Humas SMPN 1 Tamsel bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan kemauan dari hasil rapat Komite dengan orang tua siswa dan bukan sekolah yang mengadakan, adalah jawaban yang tidak logika dan tidak masuk akal. 

"Karena setiap kegiatan apa pun yang masih berhubungan atau menyangkut sekolah itu adalah tanggung jawab Kepala Sekolah," terang Hisar.

"Andai dalam perjalanan Study Tour ke Jogja terjadi kecelakaan atau ada musibah lainnya apakah mereka (komite dan orang tua) yang bertanggung jawab..? Tentu Dinas Pendiidikan dan Kepala Sekolah yang bertanggung jawab serta yang direpotkan," jelasnya.

"Makanya Kadisdik pada saat itu (Bapak Carwinda) melarang Study Tour (Outing Class) keluar kota," tukas Hisar.

Sebagai dan perlu untuk diketahui serta diingat bahwa Carwinda pada saat menjabat Kadisdik Kabupaten Bekasi menetapkan agar giat Study Tour (Outing Clas) itu diadakan didalam kota serta biaya ditanggung oleh APBD karena disamping biaya tidak besar dan minim resiko, pun agar tidak lagi ada siswa tidak mengikuti  baik siswa mampu ataupun tidak mampu. 

"Maka kami berharap kepada Kadisdik Imam Faturochman agar kebijakan baik yang selama ini telah ditetapkan Kadisdik sebelumnya untuk terus dilanjutkan serta mengambil tindakan tegas terhadap oknum Kepsek nakal agar tidak menjadi contoh Kepsek lainnya yang patuh dan taat dengan larangan atau aturan yang selama ini sudah di tetapkan," pungkas Hisar.
Penulis    : Bambang/RJN
Editor      : Udiens
Publisher : Syafika Auliya

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Caffe SAE di Mapolres Batu menjadi tempat pertemuan santai antara Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin dan awak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep,...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proses pembangunan rumah susun di lingkup Polres Lumajang terhenti ditengah...

Komentar