Keluarga Korban Narkoba Pamekasan Kecewa Laporannya Ditolak Polisi

Foto Keluarga Korban (AM)
1010
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Pasca berjalannya Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018, Kepolisian Resort Polres Pamekasan, mengamankan AM warga Dusun Malangan Barat, Desa Malangan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang diduga dijebak oleh teman, Sabtu (21/04/2018).

Indikasi penjebakan itu dilakukan oleh temannya IS warga Larangan Luar, Kecamatan Larangan, yang sempat menghilang berbulan-bulan, namun minggu-minggu kemaren IS tiba-tiba menghubungi AM melalui via telepon seluler, yang berdalih kangen ingin bertemu lantaran lama tak jumpa.

Informasi yang dihimpun memoonline.co.id, kejadian penjebakan AM itu beralamat di Desa Konang, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, rumah teman IS.

Anisa Nuraini, istri AM mengatakan, bahwa untungnya, pada saat kejadian itu, dirinya mengikuti suaminya kerumah teman IS di Desa Konang.

"Suami saya ditelepon IS disuruh ke Konang, katanya kangen lama tak bertemu. Sesampai disana, suami saya diajak kedalam rumah temennya IS bersama pemilik rumah, saya tidak diperbolehkan masuk," kata Anisa, Rabu (25/4/2018).

Dirinya menjelaskan, bahwa pada saat didalam rumah itu, suami Anisa, AM dipukuli oleh kedua orang itu, IS dan pemilik rumah. Dan beberapa menit kemudian 4 polisi datang menghampirinya, seolah-olah memang sudah direncanakan.

"Suami saya dipukul oleh IS dan pemilik rumah itu, dari muka depan oleh pemilik rumah dan dari kepala belakang oleh IS, mungkin biar suami saya pingsan. Beberapa menit kemudian datang 4 orang polisi, yang juga memukuli suami saya dengan pistol yang dibawanya," jelasnya.

Lebih lanjut, Anisa mengatakan, bahwa pada saat kejadian itu, hanya suaminya yang ditangkap, sedangkan IS dan pemilik rumah dibiarkan begitu saja.

"Cuma suami saya yang ditangkap, sedangkan IS dan pemilik rumah dibiarkan. Karena dibiarkan, kemudian kedua orang itu langsung melarikan diri," ungkapnya.

Tetap Anisa, bahwa suaminya langsung dibawa ke Mapolres Pamekasan untuk dilakukan pemeriksaan, karena dirinya takut nanti suami diberi barang lain, dirinya juga memaksa ikut dan memegang kedua saku celana suaminya.

"Saat didalam mobil, sopirnya menelepon, dia bilang, 'kenapa kamu kabur gapapa, terima kasih ia sudah menyerahkan temennya'," menirukan polisi itu.

"Sesampai di Mapolres, polisinya bilang sama saya, kalok saya suruh jangan bilang kepada siapa-siapa, kalok ditanya di Polres nantik bilang tidak tau apa-apa. Katanya agar kasus suami saya tidak tambah berat," pungkas Anisa.

Karena tak terima atas perbuatan kedua teman suaminya dan perbuatan anggotanya itu, pihak keluarga memilih pelaporan ke Mapolres Pamekasan. Namun, pihak Polres melempar-lempar laporannya itu dan menolaknya.

Sementara itu, orang tua Anisa Nuraini, H. Abd. Halim mengatakan, bahwa dirinya sebagai orang tak mampu dan bukan pejabat tinggi sangat kecew dengan perbuatan pihak Polres Pamekasan, lantaran pelaporannya itu tak diterima.

"Saya sangat kecewa sekali sebagai orang tidak mampu dan tidak memiliki jabatan, karena pelaporan kami ditolak mentah-mentah. Selain itu, saat kamj melakukan pelaporan bersama istri AM dilempar-lempar, ke Propam dan SPKT," ucap Halim.

Sementara itu, KA SPKT, Atho'ulloh, SH menyampaikan, bahwa dirinya pada saat keluarga korban melakukan pelaporan dirinya tidak ada di ruangannya.

"Yang nerima pak Kanit, saya kebetulan tidak ada di kantor, menghadiri pengajian," kata Atho' sapaan akrabnya. (Faisol)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep memperpanjang masa penahanan Kepala Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Imrah, selama...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan penangkapan seorang warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terkait kasus narkoba menjadi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Seorang pria berinisial I, warga Dusun Blumbang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id. Jember- Sebuah video kecelakaan antara kereta api dan sepeda motor di Kabupaten Jember viral di grup WhatsApp, Rabu (13/5/2026)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengintensifkan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar...

Komentar