Tolak Pembangunan Tambak, Warga Dusun Tapakerbau Gersik Putih Gelar Aksi Demo

Foto: Warga Dusun Tapakerbau Gersik Putih Saat Menggelar Aksi Demo
954
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep - Warga Kampung Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menolak rencana pembangunan tambak di kawasan pesisir pantai diwilayahnya. Rabu (8/2/2023) sore.

Mereka menggelar aksi dengan memancangkan kain panjang berisi pernyataan sikap di kawasan pesisir, tempat rencana pembangunan tambak.

Dalam aksi tersebut, mereka juga deklarasi bersama menyatakan sikapnya untuk bersama sama menolak pembangunan tambak.

”Tadi kami terdiri dari pemuda dan warga Kampung Tapakerbau aksi sekaligus sama sama berjanji untuk menolak keras pembangunan tambak. Karena akan berdampak buruk terhadap masyarakat khususnya Tapakerbau,” ungkap perwakilan Warga, Ahmad Siddik.

Siddik yang juga Ketua RT 01 RW 01 Kampung Tapakerbau mengungkapkan, rencana pembangunan tambak tersebut direncanakan oleh sejumlah pemilik modal yang menyatakan memiliki hak atas penguasaan lahan dikawasan pesisir pantai.

Pengelolaannya dikabarkan akan dilakukan oleh Pemerintah Desa melalui lembaga usaha yang akan dibentuk.

”Warga resah dengan rencana tersebut. Karena sebelumnya sudah ada beberapa orang penting di Desa mendatangi beberapa warga menyatakan untuk menggarapnya,” kat Siddik.

Menurut Sidik, Rencana pembangunan tambak dikawasan pesisir pantainya sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan, namun karena upaya warga menolaknya akhirnya digagalkan.

Namun, saat ini justru kembali direncanakan dengan memanfaatkan beberapa warga lokal yang memiliki peranan penting.

”Sekarang justru orang yang dulu juga menolak, malah menjadi bagian untuk melakukan penggarapan,” kata Siddik menyesalkan.

Bagi warga Tapakerbau tidak ada ruang untuk bernegosiasi dalam rencana penggarapan lahan di pesisir pantai.

Kawasan tersebut merupakan tempat bagi nelayan lokal untuk mencari penghidupan dengan menangkap ikan.

”Disitu jantung kehidupan masyarakat nelayan. Tidak hanya warga Tapakerbau yang mencari ikan rajungan, udang dan sebaginya disana, tapi dari desa desa sekitar juga,” kata Siddik.

Selain itu, pembangunan tambak tersebut akan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar terutama kampung Tapakerbau.

Pembangunan tambak sebelumnya juga sudah menjadi contoh nyata bahwa mencemari lingkungan kampung.

”Dan tidak hanya itu, dari hasil kajian kami air laut bisa naik ke daratan kampung karena pembuangan air sungai ketika hujan dari ujung dan ditambah air pasang semakin sempit pembuangannya,” katanya.

Warga Kampung Tapakerbau menyatakan akan terus melakukan berbagai upaya untuk menolak rencana pembangunan tambak tersebut.

”Kami juga cukup heran, kok bisa pantai itu dikuasai perorangan. Untuk itu, jalur-jalur hukum untuk menggugatnya akan kami lakukan,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kepala Desa Gersik Putih Mohab belum bisa diminta penjelasan mengenai sikap warga tersebut.

Penulis     :    Gita Larasati

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Stand UMKM milik Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, menjadi sorotan dalam gelaran Rubaru Agro Wisata Fest 2026....

MEMOonline.co.id. Sumenep- Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam penampungan air di area tegalan Dusun Tanjung, Desa Gedang-Gedang,...

MEMOonline.co.id. Lumajang-Pelaksanaan proyek pembangunan drainase di Dusun Tegalrejo, Desa Sumberjati, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, menuai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Sumenep berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan....

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pelaksanaan Rubaru Agro Wisata Fest 2026 yang berlangsung di Lapangan Banasare, Kecamatan Rubaru, menjadi sorotan publik....

Komentar