Foto: Novi saat menangis sambil menggendong buah hatinya di Polsek Kenjeran
Foto: Novi saat menangis sambil menggendong buah hatinya di Polsek Kenjeran
MEMOonline.co.id. Surabaya - Rupanya tangisan seorang wanita bernama Novi 21 tahun asal Gubeng Surabaya. pada Hari Selasa (24/01) di warung samping Polsek Kenjeran, Surabaya, menjadi perhatian sumua orang yang sedang nongkrong
Wanita dengan satu anak ini mengaku, menangis karna suaminya bernama Jordi 23 tahun asal warga Ploso Gg 2 Surabaya, telah ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Kenjeran. diduga suaminya telah terlibat kasus penipuan dengan penggelapan (tipu gelap)
Dari cerita ibu muda ini mengatakan. pada sekitar pukul 15.30 Wib. Ada seorang pria dan wanita datang kerumah dan menanyakan suami saya, Jordi (suami Novi) kemana mbak. Mereka saat itu tidak masuk kedalam rumah.
Tak selang lama. Ada beberapa seorang pria berpakaian rapi masuk kedalam rumah dan menangkap suami saya. "Rupanya meraka adalah polisi dari polsek kenjeran mas," Adunya Novi pada Memoonline.co.id, selasa (24/01)
Lanjut Novi, dengan penangkapan itu, dirinya pun kaget dan shok ketika melihat suaminya dibawa oleh petugas. Namun saat saya tanya ke petugas. Meraka hanya menunjukan Map merah tanpa ada isinya.
"Polisi yang menangkap suami saya hanya menunjukkan map merah, tetapi tidak memberitahukan apa isi didalam Map tersebut, selanjutnya suami saya dibawa kepolsek kenjeran menggunakan mobil."katanya.
Masih kata Novi. Dia juga mengaku bahwa suaminya ditangkap Polisi atas laporan dugaan penipuan dengan penggelapan oleh juragan petolnya. Jordi memang kerja pentol keliling. Namun soal jual motor, Nova tidak mengatahui.
"Saya baru tau jika suami saya dilaporkan oleh majikannya atas kasus dugaan tipu gelap. Namun menurut Novi. semenjak suaminya bekerja jual pentol keliling tidak pernah punya uang banyak." Ujarnya.
Semenjak jual pentol keliling. Novi menambahkan, suaminya hanya sekali punya uang banyak yaitu. 200 ribu, itupun untuk mengantar anaknya berobat kerumah sakit karna anaknya lagi sakit demam.
"Setahu saya Jordi hanya sekali pengang uang banyak. Kurang lebih 200 ribu. Sementara Jual pentol keling. Jordi setiap harinya bawa uang hanya 25 - 40 ribu itupun gak cukup untuk kita bertiga." Keluhnya.
Sementara Angga 32 tahun asal Platuk Donomulyo Surabaya yang menjadi korban dugaan penipuan dengan penggelapan ini tidak banyak menceritakan soal kasus penangkapan terhadap Jordi.
Saat ditanya Angga. mengaku," memang saya laporkan kepolisi karna sebulan yang lalu dia telah membawa sepeda saya lalu di jualnya." Akunya Angga.
Saat disinggung. Soal sepeda yang diduga di dijual oleh jordi. Angga (korban) hanya berdiam diri dan meninggalkan Mapolsek Kenjeran begitu saja, seolah-olah juragan pentol ini enggan memberikan keterang kepada media,
Sementara kanit Reskrim Polsek Kenjeran Iptu Suryadi saat dihubungi melalui Wadshapnya oleh Memoonline.co.id, belum ada jawaban. Sehingga berita ini sementara diterbitkan sambil menunggu keterang dari kanit Reskrim soal penangkapan Jordi penjua pentol keliling.
Penulis : Reporter : pendik
Editor : Udiens
Publisher : Satrio Pininggit