Diduga Terbuai Keuntungan Besar, Pemenang Tender Bantuan Seragam 'Merah Putih' Bupati Fauzi Lupa Berbagi Dengan Penjahit Lokal

Foto: Syafika Auliyak, salah satu siswi MI An-Nur saat melakukan pengukuran baju seragam ke penjahit lokal
10764
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep - Niat tulus Bupati untuk memberdayakan masyakat penjahit melalui bantuan seragam merah putih atau hijau putih yang diberikan pada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik kepulauan maupun daratan, diduga kembali terganjal nafsu serakah para rekanan.

Pasalnya, bantuan seragam 'merah putih' Bupati Fauzi, yang semula direncanakan akan memanfaatkan jasa para penjahit lokal, justru dikabarkan diambilkan dari produk pabrikan oleh pemenng tender.

Ada indikasi, pemenang tender enggan berbagi penghasilan dengan penjahit lokal, meski sebelumnya mereka (penjahit lokal red) sudah melakukan pengukuran pada siswa baru calon penerima bantuan seragam Bupati Fauzi, atas permintaan lembaga.

Alhasil, penjahit lokal yang sebelumnya sudah melakukan pengukuran baju dan celana pada siswa calon penerima bantuan, kini hanya gigit jari lantaran gagal mendapatkan order jahitan, karena pemenang tender lebih memilih seragam produk pabrikan darpada memanfaatkan jasa mereka.

Padahal, tujuan utama Bupati Fauzi memberikan bantuan seragam pada siswa SD dan Mi, selain untuk meringankan beban wali murid, bupati juga ingin memberikan penghasilan pada penjahit lokal, yang pendapatannya tak menentu.

"Tujuan Pak Bupati adalah untuk meringankan beban walid murid dalam hal pembelian seragam. Karena bantuan ini masih fokus ke siswa SD dan MI yang baru mau masuk kelas I," kata Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Sementara jumlah seragam yang akan dibagikan Bupati Fauzi pada siswa, jumlahnya kisaran 12 ribu hingga 15 ribu seragam.

Dan seragam tersebut akan dibagikan pada siswa yang ada di daratan maupun siswa di kepulauan.

“Ini bentuk kepedulian Pak Bupati pada dunia pendidikan, sekaligus bentuk kehadiran pemerintah pada masyarakat," paparnya.

Sebab menurutnya, dalam pemberian seragam gratis kepada peserta didik ini, Bupati ingin ada pemberdayaan kepada penjahit lokal. Dia mau menumbuhkan ekonomi masyarakat Sumenep.

“Saya bisa saja pakai pabrikan, tapi Pak Bupati ingin ada pemberdayaan. Kita rencanakan pakai penjahit lokal. Untuk warnanya kita sesuaikan, untuk SD merah putih, sedang untuk MI hijau putih,” tutupnya.

- Lalu apa alasan pemenang tender mengabaikan niat tulus Bupati Fauzi untuk memberdayakan penjahit lokal ?

- Lalu kenapa pemenang tender lebih memilih produk pabrikan ketimbang produk penjahit lokal ?

- Siapa pemenang tender bantuan seragam 'Merah Putih' Bupati Fauzi ?

- Berapa data riil siswa penerima bantuan seragam Bupati Fauzi ? - Dan berapa anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk bantuan seragam tersebut ?

- Sudah berapa ribu seragam yang trealisasi dan sudah tersebar di lembaga mana saja ?

Ikuti jejak berita investigasi MEMO online selanjutnya.

Penulis      :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Upaya mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat terus dilakukan di Desa Pagerungan Besar,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Praktik pungutan yang diduga terselubung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jalan Kalimas, Lumajang, kini kian menjadi...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Kabar duka menyelimuti skena underground punk Kota Batu. Rockim, vokalis utama band punk rock BRAIN WASH “Theraphy...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari...

Komentar