Foto : Demonstrasi
Foto : Demonstrasi
MEMOonline.co.id. Bangkalan - Demonstrasi terjadi di depan Kantor KPU Bangkalan. Sekelompok warga melakukan aksi demo karena KPU Bangkalan dinilai melakukan kecurangan dalam perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilu 2024.
Warga yang tergabung dalam Gerakan Pengamat Kebijakan Publik dan Demokrasi (Grapeksi) ini mengatakan, terdapat kecurangan atau nepotisme dalam perekrutan itu.
"Kami menduga ada nepotisme dan kongkalikong di KPU Bangkalan. Bahkan diduga terdapat calon PPK yang bayar dan dititipkan oleh seorang tokoh agar bisa mulus menjadi PPK," jelas korlap aksi, Imam Pantor.
Ia juga menduga, pelanggaran tersebut juga dilakukan secara terstruktur, sistematis dan massif. Ia juga mengatakan, terdapat salah satu proyek pembangunan pagar yang berhubungan dengan penitipan calon anggota PPK yang saat ini sudah terpilih.
"Di KPU terdapat proyek pembangunan pagar dan ada indikasi kongkalikong dengan CV yang mengerjakan. Disitu ada yang mengkondisikan dan memuluskan jalan menjadi PPK," tambahnya
Ia berharap, KPU bisa bersikap tegas dan mundur dari jabatannya karena dianggap telah melakukan perekrutan secara curang.
Sementara itu, Ketua KPU Bangkalan, Zainal Arifin mengaku tudingan tersebut tidak benar. Pihaknya mengaku melakukan semua tahapan perekrtutan sesuai dengan aturan.
"Didalam aturan perundangan dan juknis perekrutan itu sudah jelas bahwa tidak diperbolehkan dan tidak diatur untuk publisitas nilai. Sehingga, apa yang sudah kami laksanakan itu sesuai dengan aturan," tuturnya.
Ia juga menepis adanya calon PPK titipan ataupun membayar untuk menjadi PPK.
"Kami melakukan secara profesional dan tidak ada titipan ataupun jual beli dalam perekrutan PPK tersebut," pungkasnya.
Penulis : Yulian Isna
Editor : Udiens
Publisher : Satrio Pininggit