Alat Musik Kentongan di Pancakarya Melanglang Buana Hingga ke Mancanegara

Foto: Sutaji, Desa Pancakarya, Kec. Ajung, Jember, Jawa Timur.
2085
ad

MEMOonline.co.id. Jember - Siapa sangka alat musik kentongan buah karya Sutaji, warga Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang kelihatannya biasa-biasa saja namun bisa melanglang buana hingga ke Mancanegara.

Tak ubahnya sebagai alat musik, kentongan tidak hanya dimainkan oleh satu orang saja. Melainkan terdiri dari beberapa personel. Sehingga menghasilkan irama dengan variasi tangga nada yang selaras.

Bicara soal kentongan buatan Sutaji, kualitasnya sudah tidak diragukan lagi. Banyak sanggar seni yang jatuh hati hingga memberikan apresiasi.

Hebatnya, kakek berusia 57 tahun ini telah melakoni usahanya Kurang lebih selama 39 tahun. Ia memulainya pada 1983 silam.

"Makanya saya fokus membuat kentongan sebagus mungkin. Gak mikir uang dulu," ujarnya.

Kendati sudah sekian tahun malang melintang di dunia seni, usaha Sutaji tidak lantas berjalan mulus begitu saja.

Banyak rintangan yang ia hadapi. Mulai dari keterbatasan alat, kondisi cuaca yang tidak menentu dan yang lainnya.

"Saat ini saya pengen mesin Senso. Soalnya saya masih pakai alat manual," pungkasnya.

Penulis      :    Zainullah

Editor        :   Udiens

Publisher  :   Satrio Pininggit

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Pembangunan daerah yang berdaya saing dan inovatif tidak hanya bergerak dari tingkat kabupaten, melainkan harus...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan video yang beredar luas di...

MEMOonline.co.id. Bekasi- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk ke Indonesia harus memberikan dampak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Gelaran Rubaru Agro Wisata Fest 2026 kembali menjadi sorotan....

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat transformasi pelayanan publik melalui berbagai program inovasi yang digagas...

Komentar