Foto: Kantor Camat Kalisat
Foto: Kantor Camat Kalisat
MEMOonline.co.id. Jember - Perseteruan antara warga Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, dengan pihak SPBU masih belum menemukan titik terang.
Kendati hasil laboratorium sampel air sumur warga yang dilakukan oleh Pertamina sudah keluar, namun warga tak semerta-merta menerima begitu saja.
Pasalnya, warga mengira ada hal yang janggal pada hasil lab sampel air sumur tersebut.
"Waktu Sampel dibawa kan berbau, warnanya juga menguning. Tapi di hasil lab itu dikatakan bahwa sampel air tidak berbau. Itu kan bagaimana," ucap salah seorang warga yang air sumurnya diduga tercemar SPBU, Kamis (8/12/2022).
Di sisi lain, Advokat Priyori Law Office, Pria Alfisol Rahardi, berdasarkan surat kuasa dari Owner SPBU 54-681-14, memaklumi ketidakpuasan warga terhadap hasil uji lab.
"Kalau memang tidak sepakat, ya silakan. Karena dalam hukum, siapa yang mendalilkan, dia yang harus membuktikan," ujarnya.
Sementara, Camat Kalisat, Umar Faruek, terkesan menghindari wartawan saat meminta konfirmasi.
Bahkan seusai acara, Camat mengabaikan wartawan dan seakan 'enggan' menemui awak media.
Tak berhenti disitu, wartawan juga berusaha menemui Camat pada Jumat, 9 Desember 2022, untuk melakukan upaya konfirmasi.
Namun lagi-lagi tak ditemui oleh Camat. Sehingga wartawan tak mendapatkan tambahan informasi.
Sebelumnya diberitakan, Diduga Ada Kejanggalan, Warga Glagahwero, Kalisat Tidak Puas, Bakal Uji Lad Sendri
Jember - Warga Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, nampaknya tidak puas dengan hasil uji laboratorium sampel air sumur warga yang dilakukan pihak SPBU. Sabtu (10/12).
Bahkan mereka bakal melakukan uji lab sendiri secara mandiri. Hal itu, seperti yang dikatakan salah seorang warga, Mirwan.
Menurutnya, hasil uji lab yang menunjukkan bahwa air sumur warga tidak tercemar BBM sepertinya terdapat kejanggalan.
"Di hasil uji lab sampel itu, air tidak berbau dan warnanya tidak berubah. Padahal kita tahu bahwa saat sampel dibawa ke lab, airnya jelas berbau menyengat dan warnanya juga berubah kuning," ucapnya dalam acara musyawarah di Balai Desa Glagahwero, Kamis (8/12/2022) malam.
Penulis : Zainullah
Editor : Udiens
Publisher : Satrio Pininggit