Foto: Muspika Kalisat
Foto: Muspika Kalisat
MEMOonline.co.id. Jember - Warga Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, nampaknya tidak puas dengan hasil uji laboratorium sampel air sumur warga yang dilakukan pihak SPBU. Sabtu (10/12).
Bahkan mereka bakal melakukan uji lab sendiri secara mandiri. Hal itu, seperti yang dikatakan salah seorang warga, Mirwan.
Menurutnya, hasil uji lab yang menunjukkan bahwa air sumur warga tidak tercemar BBM sepertinya terdapat kejanggalan.
"Di hasil uji lab sampel itu, air tidak berbau dan warnanya tidak berubah. Padahal kita tahu bahwa saat sampel dibawa ke lab, airnya jelas berbau menyengat dan warnanya juga berubah kuning," ucapnya dalam acara musyawarah di Balai Desa Glagahwero, Kamis (8/12/2022) malam.
Di sisi lain, Advokat Priyori Law Office, Pria Alfisol Rahardi, berdasarkan surat kuasa dari Owner SPBU 54-681-14, memaklumi ketidakpuasan warga terhadap hasil uji lab.
"Kalau memang tidak sepakat, ya silakan. Karena dalam hukum, siapa yang mendalilkan, dia yang harus membuktikan," ujarnya.
Kendati demikian, Pria Alfisol Rahardi tetap berpegang pada hasil lab yang dilakukan oleh Pertamina.
Sebab sudah dilakukan oleh tenaga ahli yang kompeten,"Tapi kita berharap, malam ini dengan keluarnya hasil lab dapat selesai baik-baik," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan,"Soal Laporan Diduga Tercemar BBM, Kades Glagahwero Terdiam Manggut-manggut.
Jember - Kepala Desa (kades) Abdul Halim Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, secara terang-terangan mengaku tidak pernah menerima laporan dari warga.
Hal itu, disampaikan di pendopo Desa Glagahwero, terkait adanya sumur warga yang diduga tercemar BBM dari SPBU dengan kode 54-681-14.
Pernyataan yang disampaikan Halim dalam acara musyawarah bersama warga dan jajaran Muspika Kalisat terkait hasil laboratorium sampel air sumur warga yang diduga tercemar BBM.
Halim mengatakan, pihaknya baru mengetahui tentang kasus tersebut setelah viral di pemberitaan pada salah satu media online.
Penulis : Zainullah
Editor : Udiens
Publisher : Satrio Pininggit