Berikut Perkembangan Upaya Intelijen Pasca Beredarnya Video Ratu Sunda Ratu Adil Imam Mahdi Tina Di Karawang

Foto : lagi mediasi
1856
ad

MEMOonline.co.id. Bogor - Tiga pelaku dalam video viral di media sosial yakni Warsah, Rosyid dan Nari terkait Ratu Adil dan Imam Mahdi menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya. Ketiganya mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Penjelasan Kasat Intelkam Polres Bogor AKP AZI LESMANA,S.I.K,.M.M, Ucapan permintaan maaf itu diwakilkan oleh Warsah usai pertemuan dengan MUI Kabupaten Bogor, Kementerian Agama, FKUB dan lainnya di Kantor Kesbangpol Kabupaten Bogor, Rabu (7/12/2012).

"Waktu video kemarin saya mengaku Ratu Adil Imam Mahdi sekarang saya enggak sekali-kali lagi ngelakuin itu. Meminta maaf sebesar-besarnya ke semua yang ada di dunia ini. Sekarang saya yang bernama Ibu Warsah sudah kembali ke ajaran Islam," ucap Warsah.

Warsah mengaku sudah lega karena telah meminta maaf kepada masyarakat. AKP Azi Lesmana Menjelaskan, Wanita itu pun mengakui ucapannya salah dan tidak akan mengulangi kembali.

Bebernya"Sebelumnya ibu pikiran nyeri, pusing, ya itulah. Tapi sekarang Alhamdulillah enak. Yang dilakuin itu sebetulnya salah, tapi ibu sekarang Alhamdulillah udah kembali lagi ke jalan ajaran Islam," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu Ketua MUI Kabupaten Bogor Muhammad Agus Mulyana mengatakan permasalahan video Ratu Adil Imam Mahdi tersebut telah selesai. Mereka mengakui kesalahannya dan kembali ke ajaran agama Islam yang benar.

"Alhamdulillah setelah mereka sampaikan dan diedukasi kami disampaikan kepada mereka dan mereka memohon maaf dan kembali bersyahadat, kembali kepada ajaran Islam," ucap Agus.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor memastikan ajaran yang dianut oleh pasangan lansia Warsah dan Rosid adalah sesat. Karena, sudah masuk ke dalam 10 poin kriteria ajaran sesat.

"Itu sudah masuk dalam kriteria ajaran sesat. Dari 10 kriteria poin, ini ada masuk semua," ungkapnya.

Dari ajaran yang dianut oleh pasangan yang mengaku Ratu Adil dan Imam Mahdi itu sesat karena memiliki perbedaan dengan ajaran agama Islam. Mulai dari syahadat, ajaran Alquran, solat dan lainnya.

"Penyimpangannya itu pertama mengaku Ratu Adil dan Imam Mahdi. Syahadat yang dipakai berbeda sudah keluar dari pada syahadat Islam. Solatnya hanya dua kali jam 5 pagi dan 5 sore," jelasnya.

Di tempat yang sama, salah satu perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bogor Robi Samsyi mengatakan adapun motif pasangan lansia Warsah dan Rosid yang mengaku sebagai Ratu Adil dan Imam Mahdi karena melihat banyak kejadian bencana yang melanda Tanah Air. Mereka pun mengaitkannya dengan Imam Mahdi dan tidak sesuai ajaran Islam.

"Disampaikan itu, melihat mencermati keadaan kondisi sekarang yang terjadi terkait bencana gempa. Jadi mereka dengan pemahaman beranggapan kembali kepada Imam Mahdi. Ada bahasa Imam Mahdi yang dianggap jelas-jelas menyimpang,"

Kata dia, pihaknya sudah meluruskan pemahaman dan mereka telah mengakui kesalahannya. Keduanya sudah pun sudah mengucapkan kalimat syahadat dan kembali pada ajaran agama Islam yang benar. Ungkapnya .

"Sudah kami luruskan, kami klarifikasi dan Alhamdulillaaah mereka sudah merasa bersalah bertaubat kepada Allah dan mereka tadi sudah siap dibimbing membaca dua kalimat syahadat dan kembali kepada ajaran Islam," Tutupnya

Penulis      :    yunarson

Editor        :   Udiens

Publisher  :   Satrio Pininggit

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Caffe SAE di Mapolres Batu menjadi tempat pertemuan santai antara Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin dan awak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep,...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proses pembangunan rumah susun di lingkup Polres Lumajang terhenti ditengah...

Komentar