Diduga Karena Santer Diberitakan Cemari Sumur Warga, SPBU Kalisat Tutup Tiga Hari, Pedagang: Cepat Selesaikan

Foto: Dua orang pedang rujak manis dan cilok di area SPBU 54-681-14 Kalisat.
2723
ad

MEMOonline.co.id. Jember - Tidak bisa dipungkiri, sejak tiga hari terakhir, SPBU 54-681-14 di Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terlihat tutup.

Hal itu sangat berdampak besar terhadap perekonomian warga ikut terburuk. Termasuk UMKM yang biasa berjualan di sekitar SPBU.

Hal kini, pihak pertamina belum sepenuhnya berhasil mengatasi air sumur warga yang diduga berbau BBM, termasuk di SDN 1 Glagahwero, Kec. Kalisat.

Salah seorang Ghofur. Pria penjual cilok ini mengaku, pendapatannya juga menurun drastis hingga 50 persen.

"Makanya, saya berharap Pertamina segera menyelesaikan masalah yang ada. Agar SPBU cepat buka lagi," ungkapnya.

Hal senada disampaikan penjual rujak manis, Wahid, mengatakan sejak SPBU tutup, penghasilannya menurun drastis. Dari yang biasanya Rp150 ribu per-hari, kini menjadi Rp 40 sampai Rp 60 ribu saja.

"SPBU tutup sudah 3 harian, mas. Jadinya dagangan saya sepi pelanggan," ucapnya, Senin (24/10/2022).

Wahid mengaku, dirinya berjualan di area SPBU ini sudah 3 tahun lebih. Setiap hari, pria asal Kecamatan Tempurejo ini berangkat dari rumahnya menggunakan motor.

"Itu belum dipotong bensin mas," ujarnya.

Sementara, awak media beberapa kali berupaya menghubungi bagian pengawas SPBU, Anwar Nuris, via WhatsApp, untuk menanyakan sampai kapan SPBU itu tutup. Sayangnya tidak ada jawaban dari yang bersangkutan.

Sebelumnya diberitakan, SPBU Kalisat Jember Terlihat Tutup Sejak Jam 9 Pagi, Apa penyebabnya?

SPBU 54-681-14 di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terlihat tutup sekitar jam 9 pagi. Di bagian pintu masuk dipasang garis pembatas.

Hal itu membuat pengendara yang hendak mengisi bahan bakar terpaksa putar balik. Mereka juga sempat mempertanyakan apa gerangan yang membuat SPBU tersebut tutup lebih awal.

"Ini masih mulai jam 9 infonya. Biasanya kok tumben sekarang tutup lebih awal," ujar Fitri, warga di Kecamatan setempat, Sabtu,(22/10/2022).

Pengendara yang lain, Fino, juga mengatakan hal yang serupa. Pria berusia 31 ini terpaksa bergeser ke SPBU yang ada di Kecamatan Mayang untuk mengisi bahan bakar.

"Dengar-dengar SPBU ini lagi ada masalah. Sumur warga sekitar SPBU itu diduga tercemar sehingga berbau menyengat. Tadi siang muncul di pemberitaan media online. Viral di medsos juga," ujarnya.

Penulis      :    Zainullah

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Upaya mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat terus dilakukan di Desa Pagerungan Besar,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Praktik pungutan yang diduga terselubung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jalan Kalimas, Lumajang, kini kian menjadi...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Kabar duka menyelimuti skena underground punk Kota Batu. Rockim, vokalis utama band punk rock BRAIN WASH “Theraphy...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari...

Komentar