Foto: Ronaldo Kwateh
Foto: Ronaldo Kwateh
MEMOonline.co.id, Pamekasan - Pemuda kelahiran 2004 ini menjalani debutnya bersama Madura United pada 23 Maret 2021 lalu saat menghadapi PSS Sleman dalam ajang Piala Menpora 2021.
Namun debut pertamanya di Liga 1 yaitu ketika main lawan Persikabo 1973 pada 3 September 2021.
Dipertandingan tersebut, dia berumur 16 tahun 10 bulan 15 hari dan mencatat rekor sebagai pemain dengan umur debut termuda di Liga 1.
Pada Oktober 2021, mendapat panggilan tim nasional Indonesia U-23 untuk persiapan Piala Asia U-23 2022 di Tajikistan oleh Shin Tae-yong.
Pada 26 Oktober 2021, dia menjalani debutnya sebagai pemain pengganti melawan Australia di babak kualifikasi Piala Asia U-23 2022.
Pada Januari 2022, dipanggil kembali untuk memperkuat tim nasional Indonesia untuk menjalani pertandingan persahabatan di Bali oleh Shin Tae-yong.
Penampilan pertamanya pada pertandingan persahabatan melawan Timor Leste pada 27 Januari 2022, dia memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang menjalani debut di tim nasional saat ia berusia 17 tahun 104 hari.
Dan ketika usai dengan Timnas, pemuda berusia 18 tahun itu kini telah kembali bersama Madura United.
Itulah perjalanan pemain sepak bola keturunan Indonesia-Liberia yang tergabung dalam skuad Madura United sebagai penyerang di kompetisi Liga 1 yang bernama lengkap Ronaldo Joybera Junior Kwateh atau akrab disapa Ronaldo Kwateh.
"Saya sangat senang bisa kembali bersama tim apalagi di musim baru ini dari kemarin belum pernah bergabung karena TC bersama Timnas dan sempat cedera hidung," ujar Ronaldo Kwateh memulai wawancara.
"Akhirnya hari ini saya kembali ke Madura lagi. Jadi saya sangat senang. Saya rindu. Apalagi teman-teman tim sudah banyak yang telepon dan VC. Jadi sangat ingin sekali saya kembali," ucapnya.
Meski belum pernah bertemu dengan tim dan pelatih, namun Ronaldo meyakini bisa menjalin komunikasi dan menambah keakraban seiring dengan berjalannya waktu.
"Baru tadi waktu makan siang kita ngobrol sedikit-sedikit. Mungkin nanti kami akan ngobrol lagi biar lebih akrab," katanya.
"Tadi belum semuanya. Tapi seperti biasanya nanti waktu latihan akan ketemu ya. Teman-teman sangat welcome sih," tukas Ronaldo.
Ronaldo lalu bercerita ketika masih berada di Timnas bahwa pada awalnya dirinya sempat merasakan risih saat mengalami cedera hidung.
"Awalnya sedikit risih ya karena gak biasa pakai topeng pengaman. Tapi lama-lama jadi biasa," jelas Ronaldo.
"Apalagi orangtua saya selalu memberikan motivasi bahwa musibah apapun kita harus tetap bersyukur karena nanti ada hal besar yang baik akan kita dapat," tutur Ronaldo.
Ronaldo juga menyampaikan bahwa dirinya sangat berkeinginan membela Madura United.
"Saya dari kemarin nonton terus dan sangat senang Madura United ada diperingkat ke-satu. Jadi keinginan saya untuk membela Madura sangat tinggi," tegas Ronaldo.
"Semoga saat latihan saya bisa memberikan yang terbaik dan bisa dipercaya oleh pelatih," imbuhnya.
"Yang pasti teman-teman dan senior-senior sudah akrab, ditambah lagi manajemen juga sangat baik kepada saya. Itu yang membuat saya tertarik dan bertahan di Madura. Saya sangat senang di sini," terang Ronaldo.
Namun ketika ditanya bagaimana tentang kondisi hidungnya saat ini, dengan bercanda Ronaldo pun menjawab.
"Kata orang sih tambah mancung. Ga tau juga ah…," tutup Ronaldo sambil ketawa ngakak.
Penulis : Bambang
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliya.