Kurang Lebih 50 Tahun Tak Terima CSR Warga Jatimulya Bekasi Geruduk PT Suzuki Indomobil

Foto: Warga bersama Karang Taruna Jatimulya
1434
ad

MEMOonline.co.id. Bekasi - Corporate Social Responsibility (CSR) adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat terutama yang di wilayah sekitar perusahaan itu berlokasi.

CSR dapat berbentuk pemberian beasiswa, pengadaan pelatihan kerja, program lingkungan, dan lain sebagainya.

Terus apa jadinya ketika sebuah perusahaan yang semenjak berdiri tidak pernah memenuhi bentuk tanggung jawabnya atau masyarakat sekitarnya tegas menyatakan tidak pernah tersentuh oleh program CSR tersebut?

Itulah mungkin sebabnya mengapa warga masyarakat Kelurahan Jatimulya bersama pengurus Karang Taruna kelurahannya mendatangi PT Suzuki Indomobil Motor Jl. Diponegoro Km. 38,2 Kelurahan Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Mereka mempertanyakan kemana CSR ataupun kompensasi itu disalurkan, sebab warga tidak pernah menerimanya sejak PT Suzuki berdiri sampai saat ini.

Entah apa yang terjadi di PT Suzuki Indomobil sehingga masyarakat tidak pernah merasakan apa yang menjadi haknya atas kegiatan CSR perusahaan tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua RT 02 RW 02 Kelurahan Jatimulya, Maat.

Maat menuturkan bahwa masyarakat termasuk dirinya belum pernah menerima manfaat atas kegiatan CSR dari PT Suzuki sejak berdiri lebih kurang 50 tahun yang lalu.

"Saya maupun warga tidak pernah menerima kompensasi sejak berdirinya PT Suzuki lebih kurang 50 tahun yang lalu," tegas Maat, Senin (15/8/2022) siang.

"Tadi aksi damai warga menuntut kompensasi atas imbas polusi, kebisingan dan lainnya yang telah ditimbulkan oleh PT Suzuki," ujar Maat.

"Dari hasil mediasi, perusahaan menanggapi dan berjanji untuk menindaklanjuti serta memberikan solusinya pada hari Kamis nanti," ungkap Maat.

"Ya seandainya perusahaan ingkar, warganya akan kembali datang dengan jumlah yang lebih besar lagi," ucap lugu Maat.

Hal senada juga dilontarkan Hendri sebagai Ketua Karang Taruna Kelurahan Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Bekasi.

"Hasil dari pertemuan kami dengan pihak manajemen diperoleh kesepakatan bahwa perusahaan menerima semua keluhan warga sekitar dan akan mengakomodir yang solusinya akan diberikan pada hari Kamis besok," jelas Hendri.

Lebih lanjut Hendri menyampaikan bahwa selama ini keluhan ataupun surat-surat yang telah disampaikan warga kepada pihak perusahaan tidak pernah tersampaikan.

"Ada oknum-oknum termasuk 'orang kita sendiri' yang bermain," terang Hendri tanpa menjelaskan lebih rinci siapa 'orang kita sendiri' yang dimaksud.

"Sebenarnya tuntutan warga sederhana yakni hanya ingin diberdayakan. Tapi selama ini sejak PT Suzuki berdiri sampai saat sekarang warga belum pernah menerima atau mencicipi hasil kompensasi," beber Hendri.

"Mungkin PT Suzuki memberikan kompensasi namun kita tidak tahu kemana larinya. Maka kami Karang Taruna Jatimulya bersama elemen masyarakat lainnya bersepakat untuk tidak akan berhenti berjuang sampai warga terpenuhi hak-haknya," pungkas Hendri.

Sementara saat para awak media media ingin mengkonfirmasikan ke PT Suzuki, salah satu security yang tidak bersedia namanya disebut mengatakan tidak ada yang bisa diwawancarai.

"Disini tidak ada yang bisa diwawancarai, orang pusat Suzuki sudah pada pulang," jawab singkatnya.

Penulis      :    Bambang

Editor        :   Udiens

Publisher  :   Satrio Pininggit

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

Memoonline.co.id.  Sampang - Untuk menekan peredaran rokok ilegal, Tim Satgas Penanganan Rokok Ilegal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Suporter Madura United bersama dengan berbagai elemen masyarakat di Pamekasan juga turut menyampaikan rasa...

MEMOonline.co.id. Sumenep - Komisi IV DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, dipenuhi isak tangis dan linangan air...

MEMOonline.co.id. Sumenep - Sebanyak 1.238 tenaga kesehatan (nakes) dan non nakes di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Tragedi Kanjuruhan Malang begitu menghentak. Publik pun tercekat dan...

Komentar