Foto: Jajaran Polsek Bantur saat mengecek pick up bermuatan bahan baku miras
Foto: Jajaran Polsek Bantur saat mengecek pick up bermuatan bahan baku miras
MEMOonline.co.id, Malang - Dalam rangka Ops ke wilayahan dengan sandi "Tumpas Narkoba 2018" Polsek Bantur lakuka Patroli, Jum'at (13/4/2018) malam, jajaran Polsek Bantur berhasil mengamankan satu mobil pickup yang diduga bermuatan bahan baku miras, di Jalan Desa Bantur Rt 11 Rw 2 Kecamatan Bantur, Kabupate Malang.
Sebagaimana dari informasi dari warga sekitar, mobil tersebut sudah dua hari terparkir di daerah itu.
Selain itu, dalam mobil tersebut polisi juga mendapati KTP inisial H warga Dusun Rejosari Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Setelah itu, polisi lalu menyita barang bukti 1 (satu) drum berisi cairan bahan baku miras arak Jawa , atau sebanyak 1000 (seribu) liter dalam mobil pick up yang sudah terparkir.
Sumber yang diterima MEMOonline.co.id di lapangan menyebutkan, jika pada Jum'at malam (14/04) KSPK bersama anggota jaga melakukan patroli. Dan sesampai di TKP diketahui sudah ada beberapa orang dan didapati adanya kendaraan pickup Daihatsu grandmax.
Kendaraan roda empat itu bernopol P- 8086-VN yang bermuatan berupa drum putih ukuran besar volume 1000 liter berisi cairan, diduga bahan baku miras arak Jawa atau trobas.
Menurut keterangan saksi dan warga bahwa kendaraan tersebut sudah 2 hari parkir di tempat tersebut, dan dari warga juga diketahui pemiliknya yaitu Heri Efendi, alamat Dusun Krajan Rt 14/ Rw 3 Desa dan Kecamatan Bantur. Selanjutnya mobil berikut muatannya dibawa ke Mapolsek Bantur untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
H saat ini masih dalam pencariaan polisi, dan saat polisi melakukan pengecekan dirumah Heri Efendi (orang tua H) tidak ditemukan adanya peralatan produksi miras atau barang lainnya yang sama dengan barang bukkti sitaan polisi tersebut.
Kasubag Humas Polres Malang AKP Farid Fathoni membenarkan penemuan bahan baku miras.
"ya mas, sekarang masih diselidiki, sementara BB diamankan di Mapolsek Bantur," Jelasnya singkat. (Yahya/diens).