Selain Intens Lakukan Penyuluhan 'Door To Door' ke Peternak, DKPP Sumenep Juga Terjunkan Petugas Paramedik Veteriner ke Pasar

Foto: Petugas Paramedik Veteriner saat memeriksa kesehatan hewan di pasar Dasuk
1428
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep& Dalam rangka melakukan pencegahan intensif penularan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan penyuluhan ke pasar - pasar.

Hal itu dilakukan, setelah DKPP melakukan penyuluhan secara door to door kepada peternak, yang ada di daerahnya, dengan maksud agar para peternak di Kabupaten Sumenep, tidak merugi karena hewan piaraannya diserang wabah PMK.

“Kami akan terus melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang PMK kepada peternak, baik secara dor to dor maupun secara massal ke pasar - pasar," kata Arif Firmanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jum'at (13/05/2022).

Arif mengaku pihaknya sudah memerintahkan PPL bersama Paramedik Veteriner untuk melakukan penyuluhan dan pengecekan berkala ke pasar - pasar, untuk memastikan kesehatan hewan para peternak, agar aman dikonsumsi.

"Untuk ke pasar hewan juga dilakukan penyukuhan, saya menugaskan petugas paramedik veteriner," terangnya.

Sebelumnya, DKPP Kabupaten Sumenep melakukan penyuluhan ke peternak di Desa Batudinding, Kecamatan Gapura, pada Kamis (12/05/2022).

Pihaknya perlu melakukan KIE kepada peternak agar memeriksa kondisi kesehatan fisik hewan ternaknya sekaligus senantiasa menjaga kebersihan kandang, pakan, dan vitamin, sehingga tidak mudah terpapar virus PMK.

“Kami meminta peternak untuk melaporkan manakala ada hewan ternak mengalami gejala PMK, seperti demam tinggi (39-41 derajat celsius), keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar dan napas cepat,” tuturnya.

Arif Firmanto mengatakan, meskipun hewan ternak di Kabupaten Sumenep masih aman dan bebas PMK, namun pihaknya bersama tim dan instansi terkait tetap mewaspadai penularannya, karena risiko penyebaran PMK ini sangat tinggi, angka kesakitan bisa mencapai 100% dan angka kematian tinggi terjadi pada hewan muda atau anak.

  Namun yang jelas, diharapkan para peternak hewan tidak panik dalam menghadapi penyakit PMK ini, tetap mewaspadai dan mengetahui ciri-ciri ternak seperti sapi dan kambing yang terpapar PMK.

“DKPP telah menyiapkan dokter hewan dan Petugas Paramedik Veteriner untuk memantau sekaligus memeriksa kondisi kesehatan fisik hewan ternak masyarakat,” tandasnya.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep melakukan giat kunjungan ke peternak, Kamis (12/05/2022) bersama Asisten Administrasi Umum Moh. Ramli, Wakapolres Sumenep Kompol Soekris Trihartono, dokter hewan dan Petugas Paramedik Veteriner.

DKPP bersama rombongan selain melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang PMK juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan sekaligus penyemprotan desinfektan di kandang.

Sementara itu, Wakapolres Sumenep Kompol Soekris Trihartono mengungkapkan, pihaknya dalam upaya mitigasi penyebaran PMK pada hewan ternak, bersinergi dan berkoordinasi dengan DKPP untuk penanganan penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.

“Kami bersama pemerintah daerah siap untuk melakukan pengecekan ke lapangan baik itu pendataan dan pemeriksaan kesehatan hewan ternak,” terangnya.

Di tempat yang sama Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep Moh. Ramli menyatakan, para peternak hewan untuk saling memberikan informasi tentang PMK ini, karena pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri untuk mencegah penularannya.

“Untuk itulah, pro aktif keterlibatan peternak hewan dan seluruh masyarakat untuk mengantisipasi penularan PMK pada ternak hewan, sehingga Kabupaten Sumenep tetap aman dari penyakit hewan ini,” tandasnya.

Terpisah salah seorang peternak hewan Desa Batudinding Kecamatan Gapura Fathorrahman menambahkan, dirinya akan melakukan perawatan kandang rutin untuk menghindari PMK pada ternak sapi dan kambing yang dilakukan setiap pagi dan sore.

"Saya selalu membersihkan kandang tiap pagi dan sore, karena baru mendengar ada penyakit PMK, jadi sebagai kewaspadaan dengan menjaga kandang tetap bersih,” pungkas Fathorrahman.

  Fathorrahman memiliki ternak sapi sebanyak 22 ekor dan kambing sebanyak 32 ekor, dan hasil pemeriksaan semua ternak dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Penulis      :   Satrio

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dalam upaya memperkuat sinergi antara tata kelola energi nasional dan kebijakan fiskal di daerah, SKK Migas Perwakilan...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Kabupaten Sumenep berlangsung semarak dengan digelarnya Pawai Lampion,...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Usaha pengolahan kayu CV Surya Agro Mandiri yang beralamat di Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Polemik dugaan rangkap jabatan yang melibatkan Mursalin akhirnya memasuki babak baru....

MEMOonline.co.id. Sumenep- Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan daerah yang...

Komentar