Terancam Terusir, Gelombang Penolakan HCML di Sumenep Terus Berlanjut

Foto: Salah seorang pendemo perempuan sedang memegang poster penolakan HCML
1462
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep  - Gelombang penolakan terhadap perusahaan migas Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) terus berdatangan dari sejumlah elemen masyarakat, di Kabupaten Sumenep, Madura.

Kali ini, mahasiswa dari kepulauan Raas melakukan aksi unjuk rasa penolakan HCML, menyusul demo sebelumnya, yang dilakukan masyarakat pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, pada Senin (7/2/2022) lalu.

Para aktivis mahasiswa yang mengatasnamakan Komite Mahasiswa Peduli Raas (KMPR) dengan tegas menyampaikan, bahwa masyarakat kepulauan secara umum merasa risih dan tidak nyaman dengan kehadiran perusahaan migas tersebut.

"Tolak HCML. Sebab, kesejahteraan masyarakat kepulauan terganggu dengan kehadiran mereka. HCML ini dengan jelas akan merusak alam dan mengeruk kekayaan warga pulau," kata korlap aksi Andi Kholis, Jumat (11/2/2022).

Ia mengklaim, selama ini pihak HCML tidak melakukan sosialisasi secara massif kepada masyarakat kepulauan. Meskipun ada, hal tersebut dilakukan ditingkat kecamatan dan aparatur desa.

"Kita saja juga tidak tahu kalau ada sosialisasi, apalagi masyarakat yang notabene awam. Sehingga dampak dari adanya perusahaan gas pun warga tidak tahu," sesalnya.

Mereka pun menyerukan hal tersebut kepada dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, untuk meminta dukungan terhadap penolakan adanya perusahaan gas HCML di kepulauan.

"Kami merasa, kedatangan HCML tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat kepulauan. Yang ada hanya akan menyengsarakan," ujar Andi menegaskan.

Tak berselang lama berorasi di depan kantor DPRD Kabupaten Sumenep, puluhan aktivis mahasiswa diajak masuk ke kantor wakil rakyat itu dan dilanjutkan dengan hearing.

Mereka ditemui oleh Sekretaris DPRD Sumenep Fajarrahman dan Anggota Komisi IV K. Sami'oeddin. Sedangkan anggota lain tidak ada satupun yang tampak.

Sementara, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, K. Sami'oeddin mengaku tidak bisa memberikan keterangan soal aksi dan tuntutan mahasiswa kepulauan karena bukan ranahnya.

"Saya tidak bisa berkomentar karena ini bukan ranah saya (Komisi IV). Terkait perusahan gas HCML ini ranahnya komisi I dan II DPRD Kabupaten Sumenep," pungkasnya.

Penulis      :   Satrio

Editor        :   Udiens

Publisher :   Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Praktik pungutan yang diduga terselubung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jalan Kalimas, Lumajang, kini kian menjadi...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Kabar duka menyelimuti skena underground punk Kota Batu. Rockim, vokalis utama band punk rock BRAIN WASH “Theraphy...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memaknai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia...

MEMOonline.co.id. Jember- Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya penanggulangan masalah kesehatan dengan...

Komentar