Foto: Kondisi proyek pembangunan tembok penahan tanah (tpt) sebelum diperbaiki di Dusun Lengkong Barat, Desa Mrawan, Jember.
Foto: Kondisi proyek pembangunan tembok penahan tanah (tpt) sebelum diperbaiki di Dusun Lengkong Barat, Desa Mrawan, Jember.
MEMOonline.co.id. Jember - Lagi-lagi pengerjaan proyek tembok penahan tanah (TPT) yang berlokasi di Dusun Lengkong Barat, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Jember, diduga di kerjakan asal jadi.
Mirisnya, proyek yang di ketahui baru selesai di kerjakan bulan lalu (25/11 2021) itu, kini sudah ambruk Senin (24/1/2022).
Kondisi itu pun lantas menuai pertanyaan masyarakat sekitar terkait kualitas proyek yang baru berusia seumur jagung itu.
"Percuma dibangun kalau asas manfaatnya tidak dirasakan masyarakat, baru selesau 3 hari kemaren sudah ambruk. Kami menduga asal main garap, sementara kualitas tidak difikirkan, semen, pasir, galian pondasi, di perhatikan, pasir yang digunakan pasir gumuk, jelek," kata seorang sumber yang enggan di mediakan namanya kepada awak media.
Hal senada juga disampaik (FT) inisial seorang pengguna jalan saat di konfirmasi media ini dilokasi mengatakan bahwa proyek tpt, irigasi dan lapen itu tersebut patut di pertanyakan sebab tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan oleh pemerintah.
"Semua total ada tiga termasuk tpt ini. Infomasinya bansos dari jatim, namun saya kecewa baru selesai kemaren sudah ambuk, papan nama tidak dipasang alias siluman.
Parahnya papan nama tidak ada proyek tpt yang ambruk itu sudah di perbaiki kok, moga bisa bertahan lama," ujarnya.
Sementara ketua kelompok masyarakat (pokmas) pak An dan juga selaku rt mengatakan pihak tidak tahu menahu terkait program tersebut.
"Kami sebagai kuli dan ketua bansos, tapi proyek ini dari mantu yang di madura, semuanya ada tiga proyek tpt, lapen, irigasi, lebih jelas tanyakan kemenantu,"katanya.
Penulis : Zainullah
Editor : Udiens
Publisher : Isma