Derita Pedagang Sapi di Sumenep yang Terpaksa Putar Balik Lantaran Pasar Hewan Ditutup

Foto: Sejumlah pedagang berjejer di Jl. Merpati sebelum masuk pasar hewan peluk
1659
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep- Sejumlah pedagang sapi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terpaksa putar balik, Kamis (15/07/2021).

Pantauan media ini di lapangan, sejumlah pedagang yang membawa sapi untuk dijual di Pasar Peluk TMP Pamolokan, Sumenep tidak diperbolehkan masuk oleh petugas Kepolisian dan TNI, yang berjaga ketat di pintu masuk.

Saat itu, pedagang sempat turun dari mobil dan sempat bersitegang dengan petugas. Namun, setelah diberi pemahaman, sejumlah pedagang memilih putar balik dan gagal melakukan transaksi di pasar Peluk.

"Iya (diputar balik)," kata AKP Widiarti, Kasubbag Humas Polres Sumenep saat dikonfirmasi.

Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Kambing Samauddin mengaku kasihan kepada para pedagang yang gagal menjual hewan dagangannya di Pasar Peluk.

"Kasihan mereka, karena mereka hanya ingin mencari sesuap serta nafkah untuk keluarganya di rumah," katanya.

Hari ini kata dia merupakan hari terakhir sebelum hari Raya Idul Adha 2021. Tentu kata dia pedagang berharap hari ini bisa mendapatkan hasil demi memenuhi kebutuhan keluarga untuk merayakan lebaran idhul adha.

"Tapi sayang, mereka harus putar balik karena pasar hewan ditutup," sesalnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap pada Pemerintah Daerah agar memberi solusi kepada pedagang untuk menopang ekonominya, yang hanya bergantung pada hasil jual beli ternak.

Untuk diketahui, Pasar hewan di Pasar Peluk beroperasi setiap hari Kamis atau satu kali selama satu minggu.

Sedangkan untuk pasar kambing beroperasi dua kali di pagi hari, yakni pada hari Senin dan Kamis.

Sedangkan pasar sapi beroperasi sore hari pada hari Kamis. Pasar Peluk untuk pasar hewan beroperasi pasca pasar hewan di Pasar Bangkal, Sumenep ditutup beberapa tahun lalu.

Penutupan dilakukan karena pasar hewan di Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep itu dinilai tidak representatif dijadikan pasar hewan yang sehat.

"Kami harap pemerintah bijak pasca penutupan hewan. Pedagang juga rakyat Indonesia, kasihan mereka karena perekonomiannya hanya mengandalkan pada hasil dagang," jelas dia.

Sejumlah pedagang saat itu tampak berada di Jalan Merpati, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep. Pedagang berjejer di tepi jalan raya, namun sapinya dibiarkan diatas mobil masing-masing.

"Dicegat di simpang tiga dekat masjid," celetuk salah satu pedagang.

Sebelumnya diberitakan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumenep menutup pasar hewan untuk sementara sampai Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat selesai.

Langkah tersebut sebagai langkah kongkrit untuk mengendalikan penyebaran virus corona yang selama ini terus meningkat. Penutupan dilakukan karena dinilai mengundang kerumunan.

"Kami bersama Forkopimda Kabupaten Sumenep akan terus melakukan kordinasi dan kerjasama yang kompak untuk memutus matarantai penyebaran Covid-19 ini di Kabupaten Sumenep. Maka dari itu semua pasar hewan yang ada di Kabupaten Sumenep untuk sementara ditutup karena mengundang kerumunan massa," kata AKBP Rahman Wijaya Kapolres Sumenep, sebagaimana rilia di group Whatsapp Mitra Humas Polres Sumenep.

Penulis: Alvian

Editor: Udiens

Publisher: Lina

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai publikasi pemerintah kini tidak lagi sekadar pelengkap aktivitas birokrasi, tetapi...

MEMOonline.co.id. Jember- Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani NO 130 tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari kebupaten Jember melibatkan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

Komentar