Foto : RS Nindita saat di Demo beberapa waktu yang lalu
Foto : RS Nindita saat di Demo beberapa waktu yang lalu
MEMOonline.co.id, Sampang - Kinerja RS Nindita yang beralamat di jalan jalan Syamsul Arifin, kelurahan Polagan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur perlu dipertanyakan.
Kali ini, RS Nindita menolak pasien umum dengan alasan yang tidak jelas.
Penolakan RS Nindita terhadap pasien bukan terjadi pada kali ini saja, sebelumnya pernah juga dilakukan oleh RS swasta ini.
Seperti halnya yang terjdi pada pasien atas nama Rohelah, warga dari Kecamatan Sreseh yang ditolak oleh RS Nindita lantaran menggunakan pasien umum.
Rahelah saat itu menderita sakit ambien, dirinya bersama keluarga memutuskan untuk melakukan tindakan operasi di RS Nindita.
Setelah berada di RS Nindita sekitar pukul 15.00 WIB (26/10/2020), pasien langsung diperiksa oleh dokter.
"Tadi yang menangani saya adalah dr Mulyono," kata Rohelah.
Menurut Rohelah, setelah saya diperiksa, dokter bilang biayanya untuk tindakan operasi mencapai Rp 8 juta, belum yang lain-lainnya.
Setelah berembuk dengan keluarga, pihak keluarga menyetujui. Namun dokter Mulyono menyarankan menggunakan BPJS, karena saya sudah tidak kuat lagi menahan sakit, saya siap menggunakan umum.
"Dokter Mulyono ngotot saya disuruh menggunakan BPJS, padahal saya sudah tidak kuat lagi menahan sakit," katanya.
Bukan hanya itu kata Rohelah, Dokter Mulyono bilang kalau tindakan operasi tidak bisa sekarang, karena sekarang tanggal merah.
"Sekarang ini kan tanggal 26, bukan tanggal merah, mengapa saya ditolak dengan alasan tanggal merah, dipaksa pakai BPJS pula," katanya dengan nada kesal.
Padahal saya bersama keluarga sudah siap menggunakan pasien umum, malah dr Mulyono ngotot saya disuruh memakai BPJS. Sementara mengurus BPJS kan butuh proses yang cukup lama.
"Ada apa dengan RS Nindita ini, kok pelayanannya tidak jelas seperti ini," katanya.
"Ketimbang saya dipermainkan oleh pihak RS Nindita, sekitar setelah magrib saya memutuskan untuk pulang, dan berobat ke RS di Bangkalan," tandasnya.
Terpisah, Zaini, Humas RS Nindita saat dikonfirmasi lewat selulernya mengelak kalau RS Nindita menolak pasien.
"Kata dokter Mulyono bukan menolak, tapi menyarankan untuk memakai kartu BPJS," kata Zaini, selasa (27/10/2020).
Disinggung mengapa dokter Mulyono menolak pasien umum, padahal pasien siap membayar.
"Tidak mungkin lah mas RS Nindita menolak pasien," katanya singkat. (Fathur/red).