Penyaluran Banpres BLT UMKM di Kabupaten Jember Dikeluhkan Warga

Foto: Siti Fatimah Didampingi orang tuanya
1184
ad

MEMOonline.co.id, Jember - Program bantuan pemerintah terhadap warga terdampak Covid-19 melalui bantuan presiden (Banpres) BLT UMKM di Kabupaten Jember Jawa Timur tidak berjalan mulus. Pasalnya, diduga ada ada oknum mengambil keuntungan.

SA (27), warga Desa Mrawan, Kecamatan Mayang Kabupaten Jember, mengaku bukannya senang, melainkan serasa terbebani pasca mendapat kabar perihal perolehan akan Banpres UMKM.

Sebab, SA kian berada dalam situasi bingung. Hal ini terjadi lantaran kurangnya sosialisasi pihak terkait perihal mekanisme realisasi perolehan hingga bantuan tersebut sampai kepada tangan sang penerima.

SA menceritakan, sebelumnya ia sudah mendapat bantuan program keluarga harapan (PKH), hingga kini sudah berjalan selama dua tahun.

"Saya dapat bantuan PKH sudah dua tahun berjalan, kemarin ada petugas bank koperasi mekar, kalau saya dapat bantuan dari Banpres UMKM," tuturnya Selasa (27/10/2020).

Namun, SA mengutarakan, jika Banpres UMKM itu belum ia ambil. Berdasarkan informasi yang ia terima, dirinya harus menunggu dari konfirmasi dari pihak bank.

"Katanya juga harus nunggu informasi dari pendamping PKH. Kata mereka Bantuan Banpres itu dikirim melalui rekening PKH," bebernya.

Padahal kata dia, hingga kini pihaknya tidak pernah tahu secara langsung bantuan PKH tersebut, sebab ia tidak memegang kartu atau rekening PKH miliknya.

"Jadi pencairannya melalui pendampingan PKH, katanya Banpres BLT UMKM juga begitu," ujarnya.

Dirinya menambahkan hingga saat ini kartu maupun rekening PKH miliknya dipegang oleh seseorang oknum kelompok berinisial (HRS), untuk mengetahui apakah sudah masuk ke rekening PKH belum jelas, namun warga penerima banpres UMKM terkesan main tutup mata.

"Sebenarnya saya ingin cek langsung tapi saya takut, nanti dikira macem macem, jadi mending saya diam. Daripada pada PKH saya dihapus kata ketuanya, UMKM belum masuk, tapi aneh dikecamatan lain sudah diterima," imbuh dia.

Sementara itu, Dinas terkait belum bisa memberikan keterangan terkait polemik yang dialami SA tersebut. Saat dikonfirmasi salah seorang staf mengatakan jika bidang yang menanngi sedang bepergian keluar.

"Iya nanti saya sampaikan mas, saya tidak tahu, atasan saya keluar, biasanya sore datang, saya baru mas," tuturnya.(Inul/red).

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa kembali menggema di Kabupaten Sumenep. Sebanyak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Caffe SAE di Mapolres Batu menjadi tempat pertemuan santai antara Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin dan awak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep,...

Komentar