Duh Payah ! Kisruh Soal Lemahnya Pelayanan di Puskesmas Bluto Terus Jadi Trending Topik

Foto: Ketua Umum Front Pemuda Madura (FPM), Asep Irama
1301
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Lemahnya pelayanan hingga kasus bentak-bentak oknum petugas Puskesmas Bluto kepada keluarga pasien beberapa waktu lalu, beritanya terus menggelinding bak bola panas.

Bahkan kasus terus tersebut, terus menghiasi sejumlah media harian seperti media online.

Hal itu dikarenakan,  keluhan dari ibu salah satu pasien yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum petugas Puskesmas Bluto, beberapa waktu, tak dukunjung diselesaikan oleh Puskesmas setempat.

Sehingga, cemoohan dan hujatan dari beberapa kalangan masyarakat, terus bergulir dan seakan tanpa henti. 

Mereka terus mempermasalahkan sikap tak ramah oknum petugas Puskesmas, yang seharusnya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya para pasiennya.

Parahnya lagi, kasus tersebut dianggap Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep sudah selesai di tatanan internal Dinkes dan Puskesmas Bluto.

"Puskesmas Bluto sudah kita panggil dan klarifikasi dan terhadap pasien saya anggap itu sudah selesai," singkat kepala Dinas Kesehatan Sumenep, Fatoni, Kamis (22/02/2018).

Ditempat terpisah, Ketua Umum Front Pemuda Madura (FPM), Asep Irama menegaskan, keluhan sekecil apapun terkait pelayanan merupanan tanggungjawab Kepala Dinas Kesehatan setempat, untuk itu, keluhan yang berkenaan dengan pelayanan publik tidak boleh diabaikan.

"Buruknya kualitas layanan kesehatan di sejumlah Puskesmas di Sumenep, khususnya di Bluto yang baru-baru ini ramai dipermukaan merupakan puncak gunung es yang sudah terjadi sejak dulu dan terkesan ada pembiaran oleh pimpinan sebagai pengendali yang bertanggung jawab atas setiap peristiwa yang terjadi untuk memperbaiki tata kelola dan manajemen pelayanan," terang Asep.

Berdasarkan hasil kajian lembaganya, Puskesmas Bluto harus berani membuka rekaman CCTV agar tidak terkesan melindungi bawahannya saat melalukan kesalahan.

"Buka itu CCTV, jika ada perlakuan yang berkenaan dengan pelayanan yang tidak ramah, disanksi itu, jangan dibiarkan, jika tidak maka buruknya pelayanan akan menjadi kebiasaan, sehingga kenyamanan pasien beserta keluarga akan terabaikan," tuturnya.

Jika Dinas Kesehatan 'melindungi' aksi-aksi oknum puskesmas yang tidak melayani publik dengan baik, FPM mengaku siap membawa kasus ini ke Kementrian Kesehatan (Kemenkes), agar proses akreditasi puskesmas setempat benar-benar diseriusi.

"Karena dalam praktiknya, layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat masih sangat buruk," tegasnya. 

Bahkan, Asep menilai, jika konfirmasi atau pengumpulan informasi hanya dilakukan secara sepihak, hanya terpusat di Puskesmas Bluto tanpa menggali kebenaran dari pihak yang mengaku diperlakukan tidak sewenang-wenang, maka tindakan Dinkes jeles melindungi bawahan.

"Jika hanya sepihak yg Kepala Dinkes konfirmasi, tanpa bermaksud bertanya kepada korban, itu jelas tidak etis," tutupnya. (Sya/diens)

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Inovasi untuk Anak Sekolah...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui rotasi dan mutasi sejumlah pejabat di...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Sekretariat Bersama Media Online Lembaga Investigasi dan Pengawasan Aset Negara Republik Indonesia (SEKBER LIPAN-RI)...

Komentar