Foto : Kantor Kelurahan Banyuanyar Sampang
Foto : Kantor Kelurahan Banyuanyar Sampang
MEMOonline.co.id, Sampang - Dana program Penyehatan lingkungan dari Kementerian sebesar Rp. 250 juta untuk 50 titik di kelurahan Banyuanyar, Kec/Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur menjadi rebutan keluarga Lurah Banyuanyar.
Bagaimana tidak, anggaran sebesar Rp. 250 juta tersebut diperuntukkan untuk program penyehatan lingkungan berupa pembangunan WC di 50 titik di kelurahan Banyuanyar, namun yang
Program pembuatan Tangki Septik atau MCK di 50 titik itu dengan anggaran sebesar Rp. 250 juta dikuasai oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), yang kepengurusannya merupakan saudara dari Lurah Banyuanyar.
"Kepengurusan KSM itu rata-rata orangnya lurah Banyuanyar mas," terang Heru, salah satu ketua RT di Kelurahan Banyuanyar, jumat (7/8/2020).
Menurut Heru, masak dalam kepengurusan itu ketuanya adalah mertua lurah Banyuanyar, ada adiknya, ipar sepupu dan keluarga dekat lainya.
"Ini kan sudah nampak jelas, kalau program ini jadi rebutan keluarga Lurah, dan dikuasai oleh keluarga Lurah Banyuanyar," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Mahrus, warga Kelurahan Banyuanyar.
Menurut Mahrus, dalam kepengurusan itu, kami nilai kurang representatif, sebab tidak ada satupun perwakilan dari dusun "Taman Arum" yang masuk di KSM tersebut.
"Lurah Banyuanyar tebang pilih, di dusun Taman Arum, tidak ada satupun yang masuk di kepengurusan itu," ucapnya.
Untuk itu kata Mahrus, Kami berharap lurah lebih bijak dan bisa mengakomodir keterwakilan dari semua stekholder dan dusun yang ada di kelurahan banyuanyar.
"Kalau tidak, polemik berkepanjangan akan terus terjadi, seperti yang terjadi saat ini," tandasnya.
Menanggapi hal itu, Lurah Banyuanyar, Moh. Heldiyas Setya Restianto membantah kalau di dalam kepengurusan adalah mertua dan kerabat dekatnya.
"Tidak ada mas, yang ada, ketua itu adalah adik dari mertua saya," katanya.
Diyas, panggilan akrabnya Lurah Banyuanyar menambahkan, adik saya ada di Pamekasan, ipar saya juga tidak ada di kepengurusan itu.
"Jadi nepotisme dari mana," tandasnya. (Fathur)