FOTO: Dirut RSUD Sumekar, Novel saat diwawancarai awak media.
FOTO: Dirut RSUD Sumekar, Novel saat diwawancarai awak media.
MEMOonline.co.id, Sumenep - Proses pembangunan gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep dinilai tidak maksimal. Bangunan yang baru berusia enam tahun itu sudah mulai rontok dan mengalami banyak kerusakan.
Jika dilihat dari kualitas kontruksi bangunan, gedung yang menelan Rp 4,5 miliar dari APBD 2014 itu sangat tidak sebanding dengan jumlah anggaran yang terserap.
Demikian disampaikan Direktur Rumah Sakit (RS) Sumekar, Novel. Rabu, (10/6/20).
Pria berkulit sawo matang itu mengatakan, meski saat runtuhnya gedung Dinkes tidak memakan korban jiwa, apabila tetap ditempati bukan tidak mungkin akan terjadi hal yang membahayakan dan mengancam keselamatan pegawai.
Pasalnya, kualitas konstruksi Gedung Dinkes berlantai dua itu terlihat sangat memprihatinkan. Bahkan, sejumlah bagian pojok bangunan retak-retak, dinding bangunannya juga banyak yang mengelupas.
Melihat kondisi itu, sebagai pengamat hukum pihaknya meminta agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan korupsi bangunan Gedung Dinkes tersebut.
"Karena kalau dilihat dari kacamata hukum, penyelesaian kasus ini memang terkesan agak lamban," ujarnya.
Sementara itu, kepala Dinkes Sumenep Agus Mulyono enggan berkomentar banyak terkait runtuhnya gedung tersebut, bahkan pihaknya memilih irit bicara dan mengaku tidak tahu penyebab runtuhnya bangunan berlantai dua itu.
"Saat kejadian saya di Pemda sedang mengikuti rapat," tukasnya. (Zain).