Foto : Situasi Di Pasar Hewan Wonoasih Kota Probolinggo
Foto : Situasi Di Pasar Hewan Wonoasih Kota Probolinggo
MEMOonline.co.id, Proboliñggo - Apa yang dikwatirkan banyak pedagang di pasar hewan wonoasih menjadi kenyataan.
Kunjungan pertama wali kota probolinggo Hadi Zainal Abidin beberapa waktu lalu ,mengingatkan pada seluruh pedagang untuk mematuhi peraturan pemerintah.
Anjuran pemkot , pedagang diharapkan selalu pakai masker ,dilarang berkerumun dan cuci tangan sesering mungkin.
Rupanya semua ini tidak diindahkan pedagang yang datang ke pasar sapi wonoasih.
Sebagai upaya tindaklanjut atas imbauan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dalam mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), Pemkot Probolinggo secara resmi akhirnya menutup pasar sapi yang berlokasi di Jalan Kyai Syafi’i. Selasa (5/5) sore sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.
Penutupan itu sendiri resmi ditutup dan diumumkan oleh Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Kota Probolinggo Sudiman, dengan didampingi Camat Wonoasih Deus Nawandi, Kepala Bidang Peternakan sekaligus Pengelola Pasar Hewan Suryanto dan unsur Tiga Pilar Kecamatan (Tripika) Wonoasih, yang diwakili oleh Babinsa dan Babinkamtibmas, Selasa (5/5) sore.
Kepala Dispertahankan Sudiman menyampaikan bahwa, keputusan itu diambil karena terpantau di pasar yang berlokasi di area Kelurahan Jrebeng Kidul Kecamatan Wonoasih itu, masih dijumpai banyaknya pedagang dan pembeli yang tak mematuhi imbauan wali kota beberapa waktu lalu. Yakni, tidak menggunakan masker dan melakukan cuci tangan di wastafel yang telah disediakan di pintu masuk dan keluar pasar.
“Dari hasil evaluasi beberapa minggu terakhir terkait aktivitas di pasar sapi Wonoasih, dan melihat banyaknya (pedagang dan pembeli) yang tidak mengindahkan imbauan wali kota, dengan sangat menyesal saya harus menyampaikan bahwa mulai Selasa pekan depan (12/5/2020), pasar sapi Wonoasih dinyatakan ditutup,” serunya.
Penutupan itu, lanjut Sudiman, dilakukan dalam rangka pelaksanaan sosial distancing dan physical distancing, guna memutus rantai penyebaran virus corona. Dan sekaligus sebagai upaya mengantisipasi jumlah penderita pasien yang terpapar di Kota probolinggo.
Keputusan menutup pasar itu sendiri, memerlukan banyak pertimbangan yang mendalam dan masukan dari semua pihak. Karena dampaknya cukup besar bagi masyarakat. (Agus)