Foto : Suasana Tim GMPK saat ditempat karantina Hotel Sari Indah Gending
Foto : Suasana Tim GMPK saat ditempat karantina Hotel Sari Indah Gending
MEMOonline.co.id,Probolinggo - Perlakuan oknum kepala dusun (kasun) desa roto ,kecamatan krucil Suher, terhadap Hotimah Gadis Cantik (16) warga desa roto Kecamatan krucil, Kabupaten probolinggo semakin memanas, dan berbuntut panjang. Dengan diiming iming uang karantina sebesar 600 ribu , Hotimah dijemput dari rumahnya.
Ternyata kasun suher mengajak Hotimah untuk rapid test ke petugas medis Kecamatan Krucil. Hasilnya yang bersangkutan tidak perbolehkan pulang dan langsung dibawa ke tempat karantina Kabupaten Probolinggo Hotel Sari Indah Gending.
Rupanya perlakuan ini , membuat Bapak Liman orang tua kandung Hotimah tidak terima, atas perlakuan terhadap anaknya yang dibawah ke tempat karantina.
Dengan didampingi Lembaga Konsultasi Dan Bantuan Hukum Bibit Samad Rianto (LKDBH-BSR) , saudara Liman ayah kandung Hotimah resmi mengadukan ke polres Probolinggo selasa (5/5/2020).
LKDBH-BSR ini adalah lembaga hukumnya organisasi masyarakat (ormas) Gerakan masyarakat perangi korupsi (GMPK).
Pratisi hukum dari LKDBH-BSR5, S. Husin ,SH. membenarkan ayah kandung dari Hotimah minta pendampingan kepada kami dalam pengaduan ke polres.
"Sementara sifatnya pengaduan lebih dulu, tunggu proses selanjutnya untuk mengarah laporan polisi (LP).
Kami tidak main-main dalam masalah ini ,"paparnya.
"Sudah jelas tindakan pelanggaran yang mengarah ke urusan pidana.
Diduga pelanggaran pidana mengarah ke dia, pasal 328 penculikan, pasal 333 penyekapan dan pasal 310 pencemaran nama baik."
Selain kasun roto saudara suher, ayah dari Hotimah juga melaporkan petugas medis dari puskesmas kecamatan krucil yaitu Alfin Izam.
Ketua DPD GMPK Probolinggo Raya, terkait permasalahan ini juga angkat bicara rabu (6/5/2020), "saya sangat prihatin terhadap tindakan oknum kepala dusun desa roto, yang tidak prosedur menjemput Hotimah tanpa koordinasi dengan unsur terkait.
Saya juga menyayangkan tindakan petugas medis kecamatan Krucil, begitu cepat menyatakan kalau Hotimah positif kena Virus Covid-19."
"Sholehuddin juga berharap kepada Bupati Probolinggo dan ketua satuan gugus percepatan penanganan Covid-19, untuk lebih transparan dalam mengumumkan hasil rapid test masyarakat Probolinggo yang positip mengidap Virus Corona," pungkasnya (Agus)