Terkait Buruknya Pelayanan Puskesmas Bluto, Begini Kata Ketua Komisi IV DPRD Sumenep

Foto: Ahmad Zubaidi Ketua Komisi IV DPRD Sumenep
1336
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Munculnya keluhan dari keluarga pasien terkait pelayanan yang diberikan oknum petugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bluto, beberapa waktu lalu, memantik reaksi dari Ketua Komisi IV DPRD Sumenep.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Ahmad Zubaidi mengatakan, jika masih ada petugas Puskesmas yang tidak maksimal memberikan pelayanan, maka pihaknya masyarakat sesegera mungkin dilaporkan ke komisinya.

"Kalau masih ada pelayanan yang tak maksimal, laporkan ke kami, kita akan bina, bahkan jika perlu 'dibinasakan'," tegas Zubaidi, kepada sejumlah awak media.

Menurutnya, kalau masih ada keluhan, baik itu dari pelayanan, kebersihan dan lain sebagainya, berarti proses akreditasi di Puskesmas tersebut patut dipertanyakan. 

"Kalau masih ada keluhan yang macam-macam, berarti akreditasinya tidak maksimal," paparnya.

Politisi senior Partai Persatuan Pembanginan (PPP) Sumenep ini menambahkan, Dinkes tidak boleh menyalahkan masyarakat yang mengeluhkan adanya pelayanan, atau masalah lainnya di puskesmas.

Melainkan keluhan masyarakat tersebut, dijadikan bahan evaluasi untuk berbenah. 

"Jangan menyalahkan masyarakat, karena apa yang menjadi kewajiban selaku pelayan masyarakat harus dilakukan," ujarnya.

Oleh sebab itu, Komisinya selaku leading sektor/ patner kerja Dinas Kesehatan, mengaku tidak perlu lagi menyampaikan himbauan.

Karena saat ini, pelayan masyarakat harus bekerja dan bekerja, untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

"Pelayanan harus sudah baik, tidak boleh lagi ada keluhan, kalau sudah berusaha maksimal tapi masih ada keluhan, ya itu baru manusiawi," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, palayanan yang diberikan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikeluhkan karena diduga telah memaki-maki keluarga pasien saat hendak menebus obat.

Pelayanan kesehatan di bawah naungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep ini dianggap tidak dapat memberikan pelayanan yang ramah dan baik terhadap pasien, sehingga motto senyum, sapa, santun itu dianggap sebagai isapan jompol belaka. (Aji/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar