Kapolres Lumajang dan Dandim 0821 Turun Langsung Padamkan Kebakaran di TNBTS

Foto: Kapolres Lumajang dan Dandim 0821 nampak dilokasi kebakaran, tengah berjibaku dengan api
919
ad

MEMOonline.co.id, Lumajang - Ratusan petugas gabungan TNI, POLRI, BPBD, TNBTS  maupun relawan pecinta alam, berkumpul di Desa Ranupani Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, Selasa (1/10/2019). 

Dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang dan Dandim 0821 Lumajang, mereka bersama - sama berangkatkan menuju beberapa titik lokasi kebakaran.

Dibagi dalam beberapa kelompok agar penanganan kebakaran hutan cepat diselesaikan. Mereka disebar, di beberapa titik api yang sebelumnya terpantau melalui satelit milik LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional).

Dengan menggunakan alat yang telah disiapkan sebelumnya, Kapolres serta Dandim turun langsung ke beberapa titik sumber api. 

Mereka tampak berjibaku dengan api agar kebakaran tak merembet semakin parah. Hal tersebut membuat yang lain semakin bersemangat memadamkan titik api, karena melihat orang nomor satu di jajaran Mapolres Lumajang dan Kodim 0821 turun langsung.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM mengatakan, bahwa kebakaran di areal Taman Nasional tersebut sudah sangat turun ketimbang beberapa hari yang lalu. 

“Titik api sudah jauh berkurang dari yang sebelumnya ada 70 hotspot, saat ini sisa 4 hotspot titik api. Beberapa berada di medan yang sangat curam dilereng dengan kemiringan 70 derajat. Yang terbakarpun hanya semak belukarnya saja. Untuk pohon-pohon besarnya tidak sampai mati, hanya luarnya saja terlihat hitam tapi sebenarnya masih hidup,” terang Kapolres.

Imbuh Kapolres, semua pihak baik dari TNI, Polri, BPBD, TNBTS dan masyarakat semuanya telah bekerja secara maksimal agar kebakaran hutan di wilayah Taman Nasional ini segera teratasi. 

"Seluruh personel telah kami kerahkan semua, peralatan untuk memadamkan api juga kami siapkan semuanya. Sejauh ini, faktor alam yaitu musim panas yang berkepanjangan adalah penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Hal ini diperkuat dengan titik api yang ditemukan adalah di areal yang sulit dijangkau oleh manusia,” terang pria yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran tersebut.

Selain itu, putra daerah asli Makassar tersebut juga menghimbau mereka yang akan mendaki Gunung Semeru agar bersabar dahulu. 

“Bagi pecinta alam, kami telah menutup jalur pendakian untuk waktu yang belum bisa ditentukan. kami tak mau beresiko dengan membuka jalur pendakian,” Ujar Arsal. (Hermanto)

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Bekasi- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk ke Indonesia harus memberikan dampak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Gelaran Rubaru Agro Wisata Fest 2026 kembali menjadi sorotan....

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat transformasi pelayanan publik melalui berbagai program inovasi yang digagas...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Potensi gesekan mulai terlihat dalam pembangunan tanggul pengaman aliran Kali Regoyo di Desa Sumber Wuluh, Kecamatan...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Kabupaten Probolinggo kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

Komentar