foto: warga sampang saat konfirmasi mahalnya biaya medis
foto: warga sampang saat konfirmasi mahalnya biaya medis
MEMOonline.co.id, Sampang - Adanya praktek tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Bunten Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, banyak dikeluhkan masyarakat.
Pasalnya, praktek rawat inap yang dilakukan inisial (DN) salah satu petugas medis di Puskesmas Ketapang di rumah pribadinya dikeluhkan warga inisial (F), menurutnya apa yang dilakukan (DN) amat merugikan masyarakat.
"Masak saya rawat inap di sana tidak sampai 24 jam dan menghabiskan 4 infus saja tarifnya Rp. 500 ribu," keluh F, Jum’at (12/7/2019)
F melanjutkan, banyak masyarakat yang mengeluh dengan tarif yang dipatok oleh (DN) hingga mencapai jutaan rupiah, padahal izin prakteknya perlu di pertanyakan.
"Disamping karena tempat praktik dekat Puskesmas tempat dia bekerja, legalitas ijin perlu dipertanyakan," ungkapnya.
Di Tempat terpisah, Plt Kepala Dinkes Sampang Agus Mulyadi saat di klarifikasi oleh awak media mengungkapkan, petugas medis dalam membuka pelayan praktek itu tidak mudah, disamping harus sesuai dengan regulasi yang ada,
SDM dari petugas jelas dan tempat pelayanan serta Standar Operasional Prosedur (SOP) Sudah memenuhi standar.
"Tenaga medis melakukan pelayanan tidak mudah, itu ada syarat syarat yang harus dipenuhi, pertama kapasitas dari tenaga petugas (tenaga medis) harus legalitasnya jelas, institusi (tempat pelayanan) dan juga harus sesuai dengan SOP," jelasnya .
Dalam waktu dekat, pihaknya akan turun ke bawah dan akan koordinasi ke Kepala Puskesmas setempat.
"Akan kami tindak lanjuti, terkait penindakan itu bukan ranah kami, itu wewenang aparat pengak hukum," ungkapnya.
"Kami berharap ke semua pihak harus fair baik petugasnya dan juga masyarakatnya, gunakan tempat yang legalitasnya sudah jelas," tutupnya. (Fathur/diens)