Jaspenu Sumenep Gelar Istighasah Kebangsaan dan Bagi-Bagi Sembako Pada Abang Becak

Foto: Mohammad Masrul saat membagikan sembako pada abang becak
1191
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep – Dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) nya yang perdana, Jaringan Santri dan Pelajar (Jaspenu) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar acara istighasah kebangsaan, serta bagi - bagi sembako kepada 70 abang becak, di Tajamara Sumenep, Selasa (28/5/2019) sekitar pukul 15.00. Wib.

Sementara acara istighasah yang digelar dengan masyarakat dan para abang becak itu, diimplementasikan sebagai wujud nyata dan refleksi Jaspenu dalam memaknai bulan suci ramadhan.

“Bagi kami, puasa itu mengajarkan kesetaraan (equality) antar sesama, semua pasti lapar jika tidak makan. Dan salah satu prasyarat untuk mencapai hal tersebut (kesetaraan dan keadilan) adalah dengan cara memupuk hati untuk perduli dan berbagi atas sesama terutama dengan mereka yang belum berkecukupan secara ekonomi,” kata Mohammad Masrul, Ketua Jaspenu Sumenep.

Sedangkan bingkisan yang dibagikan pada abang becak menurut Masrul, hanya sebagai alat untuk mempererat rasa persaudaraan dan kemanusiaan.

“Kita sebagai sesama anak negeri. Meski tidak seberapa tetapi mudah-mudahan mampu menjadi pelipur dahaga,” papar Masrul.

Sebab menurutnya, retakan sosial sebagai akibat langsung dari pagelaran politic electoral yang baru saja digelar di tanah air, perlu disikapi secara dewasa dan konstruktif dengan terus menggugah kembali kesadaran etis kita selaku umat yang taat beragama.

“Sebagai warga negara yang baik, kita semua adalah bersaudara senasib dan seperjuangan. Sedang diluar kontestasi politik kekuasaan, kita adalah makhluk sosial yang juga manusia beradab dan berbudaya tinggi yang tentu saja saling membutuhkan serta saling melengkapi dalam kehidupan sehari-hari,” timpal Ajimuddin, korwil Jaspenu Madura.

Menurutnya, puasa Ramadhan kali ini dapat dimengerti sebagai metodologi Tuhan agar kita sadar betapa lemahnya manusia dan juga bisa kita maknai sebagai sebuah alarm bahwa tepo sliro (saling bantu dan tenggang rasa) adalah solusi tepat bagi banyak persoalan sosial kemasyarakatan kita.

“Dan diluar agenda bersama abang becak kali ini, kita akan melakukan operasi ke plosok-plosok Desa terpencil untuk bertemu dan berbagi dengan mereka yang kurang beruntung dan yang sementara ini luput dari radar pemerintah. Dan semoga perjuangan Filantropis ini menjadi catatan baik dan menjadi sumbangan riil atas realitas Negara-Bangsa hari ini,” pungkas Moh. Rusdi, selaku sekretaris Jaspenu Sumenep. (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Pemkot Batu didesak segera merelokasi pedagang yang berjualan di badan jalan sekitar Alun-Alun Kota Wisata Batu,...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo terus meningkatkan pelayanan sarana prasarana transportasi dengan...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Kota Probolinggo menggelar Seremoni Penyaluran Hewan Kurban di Rumah Potong Hewan Jagalan, Mangunharjo, Selasa...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang bergerak cepat mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan baterai...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

Komentar