Duh ! Kasihan,Pasutri Ini Terpaksa Ganjal Perutnya Dengan Pohon Pisang Karena Tak Punya Uang Untuk Beli Beras

Foto: Evi Susanri Betsama Dua Anaknya
914
ad

MEMOonline.co.id, OKU Selatan – Sungguh sangat memprihatinkan kondisi kehidupan Jiwit (50) dan Evi Susanti ( 45) bersama ke tiga buah hatinya.

Pasalnya, lantaran kondisi ekonominya yang morat-marit , memaksa pasutri tiga anak ini kadang makan singkong serta pohon pisang muda.

Tentu saja masalah tersebut dilakukan bukan karena mereka tidak suka nasi, melainkan karena mereka memang tidak punya uang untuk sekedar membeli beras.

Tidak hanya itu, pasutri yang tinggal di salah satu pinggiran Kota Muaradua atau tepatnya  di Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sumsel, juga tinggal di gubuk reyot, yang jauh dari kata layak untuk dijadikan tempat berteduh.

Bahkan karena kondisi adaan ekonominya yang morat-marit, memaksa keluarga tinggal di sebuah Gubuk tanpa listrik, yang kondisinya jauh dari kata layak serta nyaman untuk di tempati.

Gubuk berukuran 4×2 yang sebagian tanpa dilengkapi dinding pembatas ini di jadikan tempat tinggal sekaligus berteduh dari sengatan panas serta hujan bagi pasangan suami istri Jiwit dan Evi serta ketiga anaknya.

Sebagai seorang suami, Jiwit saat di bincangi MEMOonline.co.id mengaku tidak bisa berbuat banyak akan keadaan pahitnya hidup yang harus dirinya beserta anak istrinya jalani saat ini.

Untuk menghidupi ketiga anak dan istrinya Jiwit mengaku saat ini hanya mampu bekerja sebagai buruh serabutan yang memiliki penghasilan tidak menentu.

Jangankan Bisa membeli kebutuhan lain untuk makan sehari hari pun kadang kami susah mas,Tidak jarang kadang tidak makan seharian akibat tidak ada beras untuk di masak ujarnya kepada MEMOonline.co.id,jum’at (22/12).

Agar tidak kelaparan saat tidak ada beras untuk di masak di rumah mereka,Pasangan suami istri ini memanfaatkan tanaman singkong atau batang pisang muda yang ada di sekitar rumah mereka untuk di makan sebagai mengganjal isi perut.

Dimana pantauan MEMOonline.co.id, pada hari itu, Di tempat kediaman suami istri ini tinggal. Selain kondisi bangunan Gubuk yang sudah tidak layak di tempati juga terlihat tempat tidur pasangan suami istri ini dan anak anak mereka hanya berupa lantai papan yang di alasi satu tikar lusuh berukuran kecil.

Selain itu, terlihat juga satu buah bantal yang sudah tampak kusam serta kotor di tempat tidur tersebut, dan beberapa helai pakaian sehari-hari milik keluarga ini, serta beberapa alat memasak dan alat makan di dapur yang menjadi satu dengan ruang tamu dan sekaligus tempat mereka tidur.

Selebihnya tidak ada sama sekali perabotan mewah atau alat elekronik yang bisa di bangga kan oleh keluarga ini, selain ke tiga orang buah hati mereka yang masih kecil dengan masa depan yang belum karuan arah nya karna keadaan himpitan ekonomi yang di alami kedua orang tua nya.

Hanya keajaiban melalui sentuhan dari pemerintah setempat lah yang mungkin nanti bisa membantu ke tiga anak tersebut, untuk meraih cita cita dalam mendapat kan kehidupan yang layak dan pendidikan seperti anak pada umum nya.(Jum/syawal)

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pelaksanaan Rubaru Agro Wisata Fest 2026 yang berlangsung di Lapangan Banasare, Kecamatan Rubaru, menjadi sorotan publik....

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat transformasi pelayanan publik melalui berbagai program inovasi yang digagas...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan sebanyak 246 desa akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dalam upaya memperkuat sinergi antara tata kelola energi nasional dan kebijakan fiskal di daerah, SKK Migas Perwakilan...

Komentar