Foto: dr. Fatoni, Kadinkes Sumenep
Foto: dr. Fatoni, Kadinkes Sumenep
MEMOonline.co.id, Sumenep – Meski hingga saat ini pembangunan rumah sakitnya masih belum rampung, alias masih 50 persen, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sudah menyiapkan 75 petugas medis, untuk ditempatkan di Rumah Sakit Umum, di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean.
Padahal kontrak penyelesaian pembangunan rumah sakit kepulauan itu, sudah tinggal hiyungan hari, yakni harus selesai pertengahan Desember mendatang.
"Hasil seleksi nantinya akan dititipkan di sejumlah Puskesmas hingga Rumah Sakit Kepulauan saat beroperasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. A. Fatoni.
Pemkab Sumenep telah mendapat alokasi formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018, yakni 75 tenaga kesehatan untuk ditempatkan di Rumah Sakit Arjasa.
Rumah sakit tersebut ditargetkan mulai beroperasi 2021 nanti. Anggaran yang disediakan tahuan 2018 sebesar Rp4,5 mikiar untuk pembangunan ruang Unit Gawat Darurat (UGD), laboratorium dan Rawat Jalan.
"Rekrutmen tenaga kesehatan itu dalam rangka persiapan rumah sakit kepulauan. sebab jika menunggu selesainya pembangunan fisik Pemerintah Pusat keberatan karena tenaga yang dibutuhkan cukup banyak," terang Fatoni.
Maka dari itu, sambung pria berkaca mata, secara bertahan kebutuhan tenaga itu disiapkan. Hanya saja untuk sementara hasil seleksi pengangkatan CPNS tahun ini akan dititipkan di Puskesmas. Tetapi SK pengangkatannya tetap di Rumah Sakit Arjasa.
Pihaknya menegaskan, pengangkatan tenaga medis Rumah Sakit Arjasa umumnya perawat kesehatan D III, termasuk dokter. Untuk dokter spesialis masih belum ada formasinya.
"Untuk dokter kami akan memanfaatkan dokter yang direkomendasi bupati ke sejumlah perguruan tinggi yang mendapat beasiswa melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis," tukasnya. (Ita/diens)