Foto: BUMDes, Sentol Daya, Kecamatan Pragaan
Foto: BUMDes, Sentol Daya, Kecamatan Pragaan
MEMOonline.co.id, Sumenep – Untuk meningkatkan prekonomian warganya, Kepala Desa Sentol Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengaku optimis meningkatkan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang baru dibentuknya.
Hal itu diungkapkan H.Moh Aliwafa,Kades Sentol Daya, bahwa dengan lahirnya BUMDes diprediksi akan berdampak positif dalam meningkatkan perekonomian di desanya, seperti pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Sedangkan salah satu terobosan yang akan dilakukan, adalah dengan cara kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan koperasi yang membidangi pengelolaan garam rakyat.
"Tahun ini di desa kami ada pembangunan gudang tempat penampungan garam, pembangunannya dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) desa hanya menyediakan lahan," katanya.
Sementara lahan yang ditempati itu kata dia merupakan tanah percaton atau tanah milik kas desa. Nantinya, pengelolaan garam rakyat akan dikelola oleh Koperasi, nantinya koperasi akan kerjasama dengan BUMDes.
Bahkan kata dia BUMDes telah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan koperasi soal pengelolaan garam. Setidaknya nantinya ada pemasukan pada PADesa.
"Kami yakin nanti bisa mendongkrak perekonomian warga, karena bisa menyerap tenaga kerja. Selain mayoritas petambak garam juga merupakan warga Desa Sentol Daya. Sehingga nanti bisa dijadikan sebagai tempat penyimpanan atau tunda jual tatkala harga garam anjlok. Sekian itu melalui koperasi dan BUMDes akan melakukan kerjasama dengan bergaya perusahaan besar, sehingga harga garam milik petambak sesuai yang diharapakan," tegasnya.
Selain itu juga dibangunnya gudang tersebut untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan disekitar Pondok Pesantren. Karena sejak lama disekitar pesantren dijadikan sebagai tempat penampungan garam meski dengan fasilitas seadanya.
"Nah, karena ada peluang untuk pembangunan gudang, kami bangun disana. Sehingga kekhawatiran kami terjadi pencermatan lingkungan tidak terjadi, jika dibiarkan nanti akan mengganggu kesehatan warga," tegasnya. (Rul/diens)