Foto : Kepala Dinas Pertanian Sumenep
Foto : Kepala Dinas Pertanian Sumenep
MEMOonline.co.id, Sumenep - Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep, optimis tembakau milik petani di sumenep akan terserap semua meskipun diketahui di Sumenep hanya ada dua pabrik besar yang buka.
Keyakinan tersebut mengacu pada kualitas tembakau milik petani di sumenep yang kualitasnya bagus-bagus.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun), Bambang Heriyanto mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan seluruh pabrik tembakau yang ada di sumenep agar tembakau milik petani di sumenep bisa diserap semuanya, mengingat tembakau milik petani kualitasnya tidak kalah saing dengan kualitas tembakau diluar sana.
Hanya saja pihaknya menekankan terhadap petani agar tidak mencampur tembakau miliknya dengan tembakau luar (tembakau jawa) sehingga kualitasnya tetap terjamin.
"Apa untungnya mencampur tembakau sendiri dengan tembakau jawa, malahan hal tersebut merugikan karena akan merusak kualitas tembakau yang kita miliki", katanya dengan tegas. Senin (03/09/2019)
Pihaknya menambahkan, jika petani di sumenep ini harus berani menunjukkan bagusnya kualitas yang kita miliki, sehingga harga yang ditawarkan pabrik sesuai dengan kualitas tembakau yang kita miliki.
Sementara saat ini pihaknya menilai pabrik dalam menawarkan harga sudah sesuai dengan aturan, pabrik sudah menawarkan harga terendah Rp. 35 ribu perkilo, sedangkan tertinggi sudah mencapai Rp. 50 ribu lebih.
"Artinya tembakau kita itu dicari oleh pabrik dan tembakau kita itu dibutuhkan oleh pabrik, maka janganlah coba merusak kualitas tembakau sendiri dengan mencampur dengan tembakau jawa", pungkasnya. (Nafi/Diens)