‎Didatangi Tim 'APIP' Kades Barat - Lumajang Tak 'Menghilang' ‎

Foto: Kantor Desa Barat Kecamatan Padang - Lumajang nampak dari depan
433
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang- ‎Sengkarut tata kelola pemerintahan Desa Barat Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang, berpotensi masuk ke ranah hukum.

‎ ‎Didatangi tim APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) gabungan antara Inspektorat dan Tipidkor Satreskrim Polres Lumajang kemarin, Kepala Desa Barat Effendi Yulianto, tak berani menunjukkan batang hidungnya.

‎ ‎Petugas kala itu ditemui staf desa. Aditya perwakilan Inspektorat Lumajang mengiakan. Dari sekelumit persoalan yang mendera internal pemdes Barat, pihaknya mengindikasikan ada kerugian negara dan nilainya fantastis.

‎ ‎"Kita tidak bisa bertemu dengan kepala desa. Namun, kita sudah periksa beberapa dan indikasi kerugiannya fantastis," ucap Aditya.

‎ ‎Kepala Desa Barat Effendi Yulianto diketahui sulit dikonfirmasi terlebih ditemui, pasca ada upaya pihak dan media, mendalami indikasi pelanggaran hukum yang ada.

‎ ‎Bahkan dihubungi melalui pesan WhatsApp, berujung pemblokiran.

‎ ‎Sebelumnya diberitakan, ada beberapa poin polemik yang terjadi di internal Pemdes Barat, diantaranya :

‎ ‎1. Pengadaan makam umum. Menurut warga mulanya kades menarik iuran, akan tetapi tak kunjung terealisasi, sehingga warga merasa ditipu.

‎ ‎2. Pengelolaan TKD (Tanah Kas Desa) yang tidak transparan. Muncul kegaduhan, banyak pihak yang mengklaim penggarapan. Diduga tanah kas desa disewakan ke beberapa pihak, untuk keperluan pribadi sang kades.

‎ ‎3. Honor atau gaji perangkat yang diakui sejumlah sumber (perangkat -red), belum diberikan. Berujung pada terhambatnya akselerasi perangkat untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

‎ ‎4. Pengelolaan Dana Desa yang tidak transparan. Diduga tak terealisasi dengan baik. Warga menyebut minim pembangunan infrastruktur, dan kondisi itu, menghambat pertumbuhan sektor UMKM.

‎ ‎5. Dugaan pungutan liar dalam tahapan perekrutan perangkat dan staf desa.

‎ ‎Terpisah, Kanit Tipidkor Polres Lumajang Aipda Irwan Lukito Hadi menjelaskan, kedatangan tim APIP tepatnya, Selasa kemarin.

‎ ‎Kata Irwan, dalam rangka menindaklanjuti dugaan-dugaan. Disinggung kerugian negara yang diindikasikan inspektorat Lumajang, Irwan mengatakan pihaknya belum menerima. ''Masih indikasi dan kami kemarin cek ke lokasi, investigasi," ulasnya.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Persidangan perkara dugaan korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep memasuki fase...

MEMOonline.co.id. Sampang- Lima tahun tanpa ada kejelasan kasus dugaan korupsi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, mantan kepala desa Batuporo...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Menanggapi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang turut menambah beban pengeluaran operasional,...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Seorang warga Desa Barat Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang insial 'ES', dilaporkan atas dugaan pencurian disertai...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Tim Penasihat Hukum Sinal Abidin, Hari Nugroho, dan Arif Dwi Santoso mengecam keras framing pemberitaan sejumlah media...

Komentar