Foto: Proses pengiriman tembakau dari petani ke gudang
Foto: Proses pengiriman tembakau dari petani ke gudang
MEMOonline.co.id. Jember- Para petani tembakau di Kabupaten Jember, Jawa Timur, kini menjerit akibat anjloknya harga jual daun tembakau kering yang tidak stabil dan terus merosot tajam.
Mereka pun terpaksa menelan pil pahit di tengah musim panen yang seharusnya membawa harapan.
Salah satu penyebabnya diduga karena adanya praktik impor tembakau oleh perusahaan penerima hasil panen lokal.
“Jadi tembakau kering yang kami bawa ke perusahaan terpaksa kami bawa pulang lagi, karena harganya terlalu murah. Kami ini mitra, kami juga bayar, tapi kok malah dipermainkan. Kecurigaan kami, ini trik perusahaan agar bisa membeli dari petani dengan harga murah,” ungkap Joko, salah satu petani tembakau asal Jember, kepada media MEMO Online, Rabu (29/10/2025).
Menurut Joko, penurunan harga tembakau yang dijuluki Si Daun Emas itu mulai terasa sejak pergantian kepala perusahaan.
“Sebelumnya perusahaan masih memikirkan nasib petani. Tapi sekarang, sepertinya lebih mementingkan keuntungan perusahaan daripada kesejahteraan kami,” tambahnya dengan nada kecewa.
Ironisnya, tren penurunan harga di tingkat petani tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Para petani menilai Pemkab Jember seakan tutup mata terhadap kondisi ini.
Padahal, penurunan harga tembakau turut berdampak pada menurunnya pendapatan daerah dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
“Perusahaan yang kami maksud itu lokasinya di utara SPBU Pakusari, Kecamatan Pakusari, Jember. Kami harap ada pengawasan dari pemerintah pusat maupun daerah agar perusahaan tidak seenaknya impor tembakau dari luar,” pungkasnya.
Penulis : Zainullah
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak