Foto: Salah satu Stand MCF 2025
Foto: Salah satu Stand MCF 2025
MEMOonline.co.id. Sumenep- Sejumlah pelaku UMKM yang ikut meramaikan Madura Culture Festival (MCF) 3 tahun 2025 menyuarakan keluhan terkait tarif sewa stand yang dinilai terlalu mahal.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, biaya sewa stand bervariasi mulai Rp800 ribu, Rp1,5 juta hingga Rp3 juta untuk satu minggu pelaksanaan festival.
Seorang penyewa berinisial F mengaku harus merogoh kocek Rp3 juta untuk satu stand. Ia menilai biaya itu tidak sebanding dengan fasilitas yang didapat.
“Stand saya tenda milik BPRS Bhakti Sumekar. Panitia tidak mungkin menyewa, pasti hanya pinjam. Tapi kami dikenai Rp3 juta,” ujarnya.
Keluhan serupa datang dari penyewa berinisial A yang membayar Rp1,5 juta. Menurutnya, harga tersebut cukup memberatkan pelaku UMKM kecil.
“Saya bayar Rp1,5 juta. Padahal pengunjung belum tentu ramai setiap hari. Bebannya berat buat pedagang kecil seperti kami,” ucapnya.
Sementara itu, penyewa lain berinisial S, penjual es, menyebut tarif Rp800 ribu untuk seminggu tetap terasa tinggi.
“Untungnya tipis sekali, apalagi saingannya banyak,” keluhnya.
Menanggapi hal tersebut, penanggung jawab acara, Sugeng, membantah adanya variasi harga. Ia menegaskan tarif sewa stand ditetapkan seragam.
“Tarif sewa stand di MCF rata Rp1,5 juta dan itu sama dengan stand di setiap OPD. Tidak ada perbedaan. Kalau ada yang menyebut Rp3 juta, itu tidak benar,” jelasnya.
Perbedaan keterangan antara penyewa dan panitia memunculkan pertanyaan publik soal transparansi biaya sewa. Padahal, MCF diharapkan menjadi ruang pemberdayaan UMKM, bukan semata ajang komersialisasi.
Festival budaya terbesar di Madura ini digelar di Stadion A Yani Panglegur, Sumenep, dengan ratusan pelaku UMKM yang memasarkan produk lokal mereka.
Penulis : Alvian
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak