Lumajang 'Bersatu' Do'akan Alfan Kurniawan. Bupati Lumajang: Solidaritas Jadi Refleksi Kebangsaan

Foto: Pelaksanaan do'a dan tahlil di Pendopo Arya Wirajaya Lumajang
528
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang- Bupati Lumajang Indah Amperawati, Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta komunitas ojek online se-Kabupaten Lumajang, menggelar acara do'a dan tahlil bersama untuk almarhum Affan Kurniawan di di Pendopo Arya Wiraraja, Minggu (31/8/2025) malam.

Affan Kurniawan, merupakan pengemudi ojek online yang wafat dalam peristiwa memilukan beberapa hari lalu.

Suasana khidmat ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama adalah nilai universal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia.

Kehadiran seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah menegaskan komitmen bersama untuk menjaga solidaritas, persatuan, dan harmoni sosial.

Pernyataan resmi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang diperdengarkan melalui pengeras suara, menekankan kepedulian pemerintah terhadap seluruh warga.

“Kita turut berduka atas wafatnya salah satu anak bangsa. Peristiwa ini menjadi momentum bagi kita untuk memperkuat empati, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial,” ungkap Presiden.

Bupati Lumajang, Bunda Indah, menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dan menghindari perpecahan.

“Kita lahir, besar, dan tumbuh di Lumajang. Tragedi ini mengingatkan kita untuk saling menghormati, memperkuat solidaritas, dan menjaga persatuan demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Acara ditutup dengan pembacaan doa dan tahlil bersama, mendoakan almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Momen ini menjadi simbol bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama adalah fondasi persatuan yang harus terus dirawat.

Kepergian Affan menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah: setiap warga negara memiliki hak untuk dihargai dan dikenang. Solidaritas, kepedulian, dan kebersamaan bukan sekadar nilai lokal, tetapi bagian dari citra bangsa yang humanis dan inklusif.

Lumajang, melalui doa dan tahlil ini, menunjukkan bahwa tragedi seorang individu bisa menjadi momentum refleksi kebangsaan, memperkuat ikatan sosial, dan menumbuhkan empati kolektif bagi seluruh warga Indonesia.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Seorang pria berinisial I, warga Dusun Blumbang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id. Jember- Sebuah video kecelakaan antara kereta api dan sepeda motor di Kabupaten Jember viral di grup WhatsApp, Rabu (13/5/2026)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengintensifkan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Kota Probolinggo kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan ekonomi dan pengentasan kesenjangan sosial....

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan berbasis Unit Kompetensi Kejuruan Processing...

Komentar