Foto: Perpustakaan Keliling saat berada di salah satu Sekolah Dasar Negeri yang ada di Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Foto: Perpustakaan Keliling saat berada di salah satu Sekolah Dasar Negeri yang ada di Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
MEMOonline.co.id, Sumenep- Inisiatif Perpustakaan Keliling yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep semakin menunjukkan perannya dalam memberikan akses informasi dan bacaan bagi masyarakat, khususnya di daerah terpencil yang sulit dijangkau perpustakaan konvensional.
Perpustakaan ini diharapkan menjangkau desa-desa di pulau-pulau, sehingga literasi dapat lebih mudah diakses, terutama oleh anak-anak sekolah.
Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH., menekankan pentingnya perpustakaan keliling dalam mendorong minat baca.
“Perpustakaan keliling bertujuan mengurangi hambatan masyarakat dalam membaca dengan membawa buku langsung ke tempat tinggal atau sekolah mereka. Kami ingin literasi lebih terjangkau dan menarik,” kata Bupati pada Selasa (24/9/2024).
Ia juga mengakui bahwa masyarakat saat ini lebih banyak memilih membaca melalui gadget, terutama anak muda.
“Namun, kami akan terus mendorong mereka untuk kembali gemar membaca buku,” ujarnya.
Bupati menyebut perpustakaan keliling sebagai salah satu cara untuk mengembalikan minat baca masyarakat.
Saat ini, mobil perpustakaan keliling Pemerintah Kabupaten Sumenep beroperasi di Pulau Sapudi, mendatangi sekolah-sekolah untuk menyediakan bacaan menarik bagi anak-anak.
Mobil ini akan berada di Sapudi selama empat hari sebelum melanjutkan perjalanan ke pulau-pulau lain.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengulang informasi dalam bentuk cerita atau catatan. Literasi bukan hanya membaca, tetapi juga pemahaman dan kreativitas,” tambahnya.
Perpustakaan keliling juga menawarkan alternatif hiburan sehat bagi generasi muda, di tengah meningkatnya ketergantungan pada gadget.
Dengan koleksi buku cerita, novel, majalah, hingga buku pengetahuan, perpustakaan ini menyediakan ruang bagi anak-anak untuk menikmati bacaan tanpa gangguan digital.
“Membaca buku di perpustakaan keliling dapat meningkatkan konsentrasi dan imajinasi, serta memperluas pemahaman anak-anak terhadap dunia,” ungkapnya.
Dengan inisiatif ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap dapat membangkitkan budaya membaca dan meningkatkan literasi di wilayah terpencil.
“Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.
Penulis : Alvian
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak