Ritual Tatorbangan: Wujud Syukur Masyarakat Torbang dan Upaya Pelestarian Budaya Lokal di Sumenep

Foto: Bupati Sumenep Hadiri Ritual Tatorbangan di Desa Torbang Sumenep
1704
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep- Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, menghadiri ritual Tatorbangan, sebuah tradisi desa yang digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Bupati Sumenep bersama Kepala Desa Torbang, Muzanni, menerima seserahan berupa hasil bumi dari seluruh dusun di Desa Torbang. Acara berlangsung di Pendopo Balai Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, pada Senin (09/09).

"Ritual Tatorbangan merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki kepada kita melalui hasil bumi," ujar Kepala Desa Torbang, Muzanni. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan setiap tahun sebagai bagian dari tradisi desa.

Prosesi Tatorbangan diawali dengan rokat desa (selamatan desa), yang menampilkan hasil tani sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. Ritual ini menjadi bagian dari kalender event Pemkab Sumenep dan bertujuan melestarikan tradisi yang mulai punah di wilayah tersebut.

"Prosesi ini merupakan langkah untuk mempertahankan budaya dan tradisi lokal yang kami miliki," tegas Muzanni.

Pinta Mutiara, Runner Up 2 Putri Jawa Timur 2024, turut hadir dalam acara tersebut. Ia menilai bahwa ritual adat ini kaya akan nilai spiritual dan patut dilestarikan sebagai bagian dari budaya masyarakat Madura.

"Ini pengalaman baru bagi kami mengikuti ritual ini. Budaya seperti ini harus dijaga sebagai identitas masyarakat Timur," ujar Pinta Mutiara.

Ia juga mengimbau kepada generasi muda Desa Torbang untuk terus melestarikan kebudayaan yang dimiliki. "Kebudayaan seperti ini jangan sampai pudar. Ini adalah kekayaan budaya yang harus kita rawat bersama," pesannya.

Sementara itu, Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, mengapresiasi pelaksanaan ritual Tatorbangan atau ritual Cachangkreman sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.

"Selametan atau ritual sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta harus terus dilaksanakan," ujar Bupati Achmad Fauzi.

Menurutnya, semakin banyak rasa syukur yang kita panjatkan, semakin banyak pula rezeki yang akan diberikan oleh Tuhan. "Hal ini terbukti dari hasil produksi tani yang melimpah, yang nantinya juga akan meningkatkan perekonomian kita," tambahnya.

Bupati juga menegaskan pentingnya melestarikan budaya ini dengan kebersamaan dan kekompakan seluruh masyarakat.

Acara ritual Tatorbangan dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), Forpimcam Batuan, Kepala Desa Torbang beserta perangkat desa, dan masyarakat Desa Torbang.

Penulis     :   Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan sebanyak 246 desa akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dalam upaya memperkuat sinergi antara tata kelola energi nasional dan kebijakan fiskal di daerah, SKK Migas Perwakilan...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Kabupaten Sumenep berlangsung semarak dengan digelarnya Pawai Lampion,...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Usaha pengolahan kayu CV Surya Agro Mandiri yang beralamat di Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten...

Komentar