Belum Seumur Jagung, Plafon Gedung Baru IAIN Madura Runtuh

Foto: plafon gedung baru IAIN Madura yang runtuh
1941
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan – Meski umurnya belum genap setengah tahun, gedung baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp. 17.376.650.000,- (Tujuh Belas Milyar Tiga Ratus Tujuh Puluh Enam Juta Enam Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), namun kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.

Bahkan, baru sebulan lamanya selesai dikerjakan oleh pihak rekanan, plafon gedung baru IAIN Madura rupanya sudah ambruk, Sabtu (26/05/2018).

Sehingga kuat dugaan, terindikasi ada kecurangan lantaran minim diduga pengawasan saat  pengerjaan.

Ambruknya plafon atap gedung Tarbiah tersebut, menjadi perbincangan hangat bagi kalangan mahasiswa IAIN Madura, lantaran anggaran yang ditelan gedung baru tersebut sangatlah fantastis (besar), namun tak sampai satu bulan lamanya sudah ambruk.

Moh. Rohim, mahasiswa IAIN Madura Jurusan Tarbiah mengatakan, bahwa ambruknya plafon digedung baru itu diduga tak sesuai spek dan tak ada pengawasan penuh dari pihak kampus.

"Ambruknya plafon ini sudah pertanda adanya kong-kalikong antara pihak rekanan dan pihak kampus, mengapa demikian, karena anggaran begitu besar namun kualitasnya bisa dikatakan ecek-ecek," tegas Rohim.

Lebih lanjut, Rohim menyampaikan, bahwa dirinya meminta kepada pihak-pihak pengaudit (BPK) untuk mengaudit pekerjaan tersebut, karena pekerjaan tersebut tercium bau KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

"Meminta tim audit memantau pekerjaan itu, karena kami mencium bau-bau KKN dilingkungan IAIN Madura, khususnya pada pekerjaan tersebut," jelasnya.

Selain itu, Basri, mahasiswa semester 6 itu menuturkan, bahwa dirinya menuding pekerjaan itu dikerjakan asal-asalan.

"Ini jelas ada indikasi bahwa pekerjaan tersebut di kerjakan asal-asalan, lucunya belum sampek satu semester sudah runtuh, kan miris," terang Ibas, sapaan akrabnya.

Ia sebagai mahasiswa Jurusan Tarbiah mengatakan, bahwa dengan begitu, sudah jelas merugikan negara. "Bayangkan, anggaran 1M lebih, pekerjaannya seperti itu. Ini sangat merugikan Negara," jelasnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Madura, Dr. H. Mohammad Kosim menyampaikan, bahwa pekerjaan tersebut akan segera diperbaiki kembali masih menunggu hari libur.

"Masa pemeliharaan sampai september, mesti diperbaiki, kemudian sudah didata, nunggu kuliah selesai (libur), untuk diperbaiki," kilahnya. (Faisol)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar