Disdik Kota Bekasi Alokasikan 50 Persen Jalur Afirmasi PPDB 2023 Guna Bantu Masyarakat Kurang Mampu

Foto; Kadisdik Uu Syaiful Mikdar 
2076
ad

MEMOonline.co.id, Kota Bekasi - Dalam upaya membantu masyarakat kurang mampu, Pemkot Bekasi mengalokasikan jalur afirmasi sebesar 50 persen dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023, selain jalur zonasi dan prestasi.

Namun oleh sebab terbatasnya daya tampung yang ada, sebanyak 19.000 siswa lulusan SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) tidak tertampung di SMP/Mts Negeri Kota Bekasi.

Demikian ujar Uu Syaiful Mikdar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi membenarkan saat dikonfirmasi oleh awak media belum lama ini.

"Untuk tahun 2023 ini, lulusan SD dan MI di Kota Bekasi berjumlah sekitar 43.000 siswa, sementara daya tampung SMP/MTs Negeri yang ada, hanya mampu menampung 24.000 atau 36 persennya saja. Dengan demikian, 64 persen sisanya melanjutkan pendidikannya ke SMP/Mts Swasta," jelas Uu Syaiful Mikdar.

Uu Syaiful Mikdar pun mengakui bahwa hingga saat ini Pemkot Bekasi belum bisa menampung 100 persen lulusan dikarenakan anggaran yang terbatas.

"Akan tetapi, untuk mengatasi masalah ini, pihak swasta juga punya kewajiban dalam mengelola pendidikan sesuai standar yang diinginkan masyarakat," katanya.

Dalam menyikapi jumlah lulusan SD/MI Negeri dan daya tampung SMP/MTs Negeri, lanjut Uu, kontribusi pihak swasta terhadap penerimaan lulusan SD/MI Negeri di Kota Bekasi sudah berjalan puluhan tahun.

"Sedang disisi lain, terkait penerimaan siswa baru, masyarakat selama ini masih berorientasi ke sekolah negeri sebab sekolah negeri kecenderungannya gratis," tuturnya.

"Sementara pihak sekolah swasta, ownernya perlu investasi. Untuk mencapai Break Even Point (BEP) tentunya diperlukan pemasukan, semisal sumbangan awal tahun, SPP dan biaya lainnya," terang Uu Syaiful Mikdar.

"Jujur saja di kota-kota besar pendidikan yang berkualitas memerlukan biaya, Tentunya sesuai keinginan masyarakat dan biaya itu akan selalu berbanding lurus dengan tingkatan yang diperlukan masyarakat," tukasnya.

“Soal kualitas sekolah, sebetulnya banyak  sekolah swasta yang standarnya sama dengan negeri, bahkan ada juga yang melebihi sekolah negeri,” ungkapnya.

"Pada kesempatan ini saya sampaikan kepada orang tua murid lulusan SD/MI Negeri di Kota Bekasi untuk tetap terus melanjutkan sekolah anaknya, sebab sekolah negeri atau swasta, sama saja," saran Uu Syaiful Mikdar.

Adapun PPBD 2023 yang sekarang sedang dilaksanakan, menurut Uu, marwahnya karena daya tampung SMP Negeri lebih kecil dari jumlah lulusan SD Negeri.

"Apabila daya tampung SMP Negeri melebihi lulusan SD Negeri tidak perlu diadakan PPDB," tegas Uu Syaiful Mikdar.

"Selain itu, dengan adanya pelaksanaan PPDB ini, memberikan juga kesempatan bagi peserta didik baru yang mempunyai berbagai macam prestasi," pungkasnya.

Penulis    : Bambang/RJN

Editor      : Udiens

Publisher : Syafika Auliya

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Caffe SAE di Mapolres Batu menjadi tempat pertemuan santai antara Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin dan awak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep,...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proses pembangunan rumah susun di lingkup Polres Lumajang terhenti ditengah...

Komentar