Satria Tama Kembali Bersama Madura United FC

Foto: Satria Tama
1996
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Kehadiran pelatih baru Maurício Ferreira de Souza atau yang akrab disebut Maurício Souza merupakan titik awal Madura United FC dalam melakukan perombakan skuadnya.

Laskar Sape Kerrab benar-benar melakukan perubahan besar-besaran dalam menyusun kekuatan untuk mengarungi Liga 1 Indonesia untuk musim 2023-2024.

Tercatat sebanyak 10 pemain telah dilepas oleh klub kebanggaan masyarakat Madura itu yang 3 diantaranya adalah penjaga gawang.

Yang menarik, dari 3 kiper yang dilepas, 2 diantaranya berstatus starter saat musim lalu, yakni Miswar Saputra dan Rendy Oscario.

"Berbicara penjaga gawang, kita pastikan melepas 3 (tiga) skuad kita (Rendi, Miswar dan juga Quba)," ungkap Annisa Zhafarina Qosasi Dirut PT PBMB, Jum'at (5/5/2023).

Tentu ini, kata Annisa, sudah dipertimbangkan secara matang. Jadi hanya tersisa 2 penjaga gawang muda, Fawaid Ansory dan Karisma.

"Untuk penggantinya, kita pulangkan Satria Tama," ucapnya.

"Tentu ini bukan PR besar bagi Coach Bardi selaku pelatih kiper, karena dia (Satria) juga pernah menjadi bagian dari kita," terangnya.

"Hanya perlu sedikit adaptasi saja. Rencana masih ada satu kiper lagi untuk melengkapi komposisi ini, kita tunggu saja," tutur Annisa.

Penulis    : Bambang

Editor      : Udiens

Publisher : Syafika Auliya

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Persidangan perkara dugaan korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep memasuki fase...

MEMOonline.co.id. Sampang- Lima tahun tanpa ada kejelasan kasus dugaan korupsi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, mantan kepala desa Batuporo...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Menanggapi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang turut menambah beban pengeluaran operasional,...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Seorang warga Desa Barat Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang insial 'ES', dilaporkan atas dugaan pencurian disertai...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Tim Penasihat Hukum Sinal Abidin, Hari Nugroho, dan Arif Dwi Santoso mengecam keras framing pemberitaan sejumlah media...

Komentar