Foto: Proyek Drainase dan TPT
Foto: Proyek Drainase dan TPT
MEMOonline.co.id. Jember - Pengerjaan saluran drainase di Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, diduga dikerjakan asal jadi.
Pasalnya, baru dikerjakan proyek sudah ada tanda-tanda kerusakan sudah mulai nampak.
Tak heran warga setempat kesal dan berang. Salah satu warga Inisial (fn) 30 saat ditemui pada Selasa (19/10) mengaku kecewa dengan sistem pembangunan saluran drainase yang dikerjakan tanpa papan informasi.
“Sangat disayangkan, Pak. Padahal baru dibangun bagian lantai bawah sudah tak karuan. Tapi sudah mulai mengikis. Ini hanya seolah-olah seperti obat penyembuh sementara,” ungkap FN.
Menurut Fn, semestinya pengawas yang berkompeten harus ada saat pengerjaan saluran drainase sehingga fungsi pengawasan berjalan.
"Bila ada kerusakan atau salah pengerjaannya, maka segera diperbaiki. Tapi ini tidak. Selama ini kita tidak pernah lihat ada pengawas di sini. Jadi proyek itu dibangun sesukanya, ini berapa besar anggarannya,?, ” tutur FN
Sementara itu, lanjut FN, yang juga merupakan warga setempat menjelaskan, ada hal yang aneh dari cara pengerjaan saluran drainase yang satu paket dengan proyek tembok penahan tanah (TPT) juga tidak jelas.
“Yang pertama selatan jalan itu bangunannya seperti TPT mas panjangnya kurang lebih 20 meter, sama persis dengan yang utaranya jalan masak kurang lebih 10 meter, sementara tingginya selatan dan Utara bervariasi. Lah ini proyek apa-apaan?," Dengan nada penuh tanda tanya FN.
"Dan yang kedua arah dari timur barat itu bangunannya drainase sementara tingginya bervariasi, apa bener seperti pembangunannya, separuh dibangun, separuhnya tidak.
Dan sementara bagian lantai di bagian bawah, kelihatanya tidak ada batu. Atau pasangan pasir, seharusnya itu juga dipikirkan.
Sebab, tidak menutup kemungkinan proyeknya tidak tahan lama, Pada bagian paling bawah untuk lantainya ada batu sehingga kuat. Ini tidak. Tapi mungkin teknisnya seperti ini, kita tidak tahu,” keluh FN.
Kerusakan tersebut menurutnya mungkin karena sistem campuran material yang tidak tepat. Campuran yang rendah memungkinkan bangunan cepat rusak.
Bukan tanpa sebab, sebaliknya jika campurannya bagus maka bangunan akan menjadi kuat dan berkualitas.
“Selain itu, ini karena kerja lepas begitu saja tanpa ada pengawasan. Tanpa memikirkan kualitas, jangan hanya cari untung juga. Tapi kalau seperti ini masyarakat di sini tentu menjadi korban,” tuturnya.
Dirinya berharap, pemerintah segera menindak tegas terkait pembangunan yang baru selesai dan memperbaikinya.
“Sebagai masyarakat, kita berharap ini dirubah lagi. Yang rusak diperbaiki dan dikerjakan. Campuran materialnya harus sesuai dengan aturan. Selain itu harus ada pengawasan dari pemerintah saat pengerjaan berlangsung,” tegasnya.
Hal itu, bukan tanpa alasan warga berharap papan informasi di pasang, tujuannya agar masyarakat bisa ikut serta dalam pengawasan pembangunan yang ada.
Sehingga berita ini di terbitkan pihak terkait belum dikonfirmasi. Saat didatangi kediamannya kepala Desa Plalangan tidak ada di tempat.
Penulis : Zainullah
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak